alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Usai Insiden Rusuh di Capitol, Trump Akui Biden Presiden

Eko Faizin Jum'at, 08 Januari 2021 | 17:30 WIB

Usai Insiden Rusuh di Capitol, Trump Akui Biden Presiden
Presiden AS, Donald Trump. [AFP/Saul Loeb]

Biden, presiden terpilih dari partai Demokrat, dijadwalkan untuk dilantik pada 20 Januari.

SuaraRiau.id - Sehari setelah para pendukung Donald Trump menyerbu Gedung Capitol Amerika Serikat, Trump mengakui, pada Kamis (7/1/2021) bahwa Joe Biden akan menjadi Presiden Amerika Serikat selanjutnya.

Untuk diketahui, serangan pendukung Trump mengejutkan terhadap demokrasi AS saat Kongres sedang mengesahkan kemenangan Biden.

Trump, yang pada Kamis pagi masih terus membuat klaim palsu bahwa pemilihan presiden itu telah dicuri darinya, mengatakan bahwa fokusnya kini untuk memastikan transisi yang lancar ke administrasi Biden dalam sebuah video yang dirilis pada Kamis malam waktu setempat.

Biden, presiden terpilih dari partai Demokrat, dijadwalkan untuk dilantik pada 20 Januari.

Presiden itu mengecam kericuhan yang pecah pada Rabu, mengatakan bahwa para perusuh telah mencemarkan kursi demokrasi Amerika.

"Melayani sebagai Presiden anda telah menjadi kehormatan terbesar dalam hidup saya," kata Trump yang merupakan presiden dari partai Republik.

"Dan untuk seluruh pendukung saya yang hebat, saya tahu anda kecewa, namun saya juga ingin anda tahu bahwa perjalanan hebat kita baru saja dimulai," sambungnya dikutip dari Antara.

Pernyataan itu merupakan pembalikan tajam bagi Trump, yang menghadapi seruan-seruan untuk pengunduran atau pengusiran dirinya dari kursi kepresidenan usai penyerangan yang terjadi pada Rabu (6/1/2021).

Selama berbulan-bulan, Trump bersikeras dirinya telah menang dalam pemilihan 3 November lalu akibat terjadinya kecurangan yang luas, meski tak ada bukti atas pernyataannya itu.

Desakannya pada hari Rabu kepada ribuan pendukungnya untuk berjalan ke Gedung Capitol untuk memprotes hasil pemilihan memicu kumpulan massa yang menerabas barisan petugas kepolisian dan menginvasi Capitol, memaksa para anggota Kongres untuk bersembunyi demi keselamatan masing-masing.

Komentar

Berita Terkait