Beredar Foto Pembunuhan Santri dan Ulama Tahun 1948, Benarkah?

Unggahan foto dengan "Pembantaian Ulama dan Santri: Darah di Madiun September 1948" beredar di media sosial. Berikut faktanya!

Fitri Asta Pramesti
Jum'at, 27 November 2020 | 07:18 WIB
Beredar Foto Pembunuhan Santri dan Ulama Tahun 1948, Benarkah?
Cek Fakta Foto Pembantaian Ulama dan Santri Tahun 1948. (Instagram/turnbackhoaxid)
Cek Fakta Foto Pembantaian Ulama dan Santri Tahun 1948. (Instagram/turnbackhoaxid)
Cek Fakta Foto Pembantaian Ulama dan Santri Tahun 1948. (Instagram/turnbackhoaxid)

Sementara foto lainnya merupakan foto seorang mahasiswa tergantung di taman Univeristas Thammasat di Bangkok. Saat itu, terjadi demonstrasi yang menentang seorang mantan presiden militer.

Foto yang memperlihatkan massa merupakan potret Divisi Siliwangi yang menangkap semua simpatisan PKI di Madiun. Sebelum adanya peristiwa G30S/PKI 1965, PKI itu sudah melakukan pemberontakan berdarah di Madiun 19 September 1948.

Pemerintahan Soekarno saat itu menetapkan gerakan itu adalah bentuk pemberontakan terhadap NKRI. Maka tanpa tanggung-tanggung lagi Indonesia mengerahkan Divisi Siliwanginya untuk menggulung kekuatan PKI di Madiun dan sekitarnya.

Adapun foto yang memperlihatkan kepala merupakan I Gede Puger. Pada 16 Desember 1965 sejumlah anggota RPKAD menyeret I Gede Puger, salah satu donatur Central Daerah Besar (CBD) PKI Propinsi Bali yang ditembak di depan massa kemudian dimutilasi.

Baca Juga:Heboh Video Pria Bersila di Tengah Jalan Ditabrak Truk, Sopir Ditangkap

Kesimpulan

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa foto dengan klaim kejadian pembantaian ulama dan santri di Madiun pada September 1948 adalah hoaks.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini