facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Rombongan Bus Diserang Kawanan Bersenjata, 34 Orang Tewas

Fitri Asta Pramesti | Hikmawan Muhamad Firdaus Senin, 16 November 2020 | 17:28 WIB

Rombongan Bus Diserang Kawanan Bersenjata, 34 Orang Tewas
Ilustrasi Bus. (Pixabay/Free-photos)

Pihak berwenang mengatakan jumlah korban kemungkinan meningkat

SuaraRiau.id - Sekelompok pria bersenjata menyerang sebuah bus berisikan puluhan penumpang. Tak tanggung-tanggung, mereka membantai 34 orang. 

Serangan mematikan ini terjadi di Ethiopia bagian barat. Kawanan pria bersenjata ini menyasar sebuah rombongan yang akan bepergian.

Menyadur The Straits Times, wilayah negara tersebut memang baru-baru ini mengalami serentetan serangan mematikan terhadap warga sipil, kata badan hak asasi manusia nasional pada Minggu (15/11).

Komisi Hak Asasi Manusia Ethiopia (EHRC) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "perkiraan jumlah korban, saat ini mencapai 34, kemungkinan akan meningkat" dari serangan yang terjadi pada Sabtu di wilayah Benishangul-Gumuz.

Baca Juga: Amnesty International: Ratusan Orang Dibantai Sampai Mati di Ethiopia

Seorang juru bicara komisi tersebut dan sebuah badan pemerintah independen mengkonfirmasi bahwa semua korban tewas.

EHRC mengatakan serangan bus terjadi di wilayah administratif Debate, dan "ada laporan serangan serupa di tiga wilayah lain, serta orang-orang yang melarikan diri untuk mencari perlindungan".

Perdana Menteri Abiy Ahmed memberikan sedikit informasi tentang kekerasan baru-baru ini di Benishangul-Gumuz, khususnya di zona Metekel, tempat Debate berada.

Dua belas orang tewas dalam serangan di daerah tersebut pada Oktober, sementara 15 orang tewas dalam serangan serupa pada akhir September.

Berbicara kepada anggota parlemen pada bulan Oktober, Abiy mengatakan kelompok yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut menerima pelatihan dan perlindungan di Sudan dan bantuan Khartoum diperlukan untuk menstabilkan daerah tersebut.

Baca Juga: Bangkai Bus TransJakarta Terbakar di Dramaga Bogor

Tidak ada kaitan yang diketahui antara kekerasan di Benishangul-Gumuz dan operasi militer di wilayah utara Tigray Ethiopia yang membuat lebih dari 20.000 orang melarikan diri dari perbatasan ke Sudan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait