alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

HOG Siliwangi Bandung: Djamari Chaniago Ikut, Tapi Bukan Ketua Rombongan

Eko Faizin Senin, 02 November 2020 | 19:30 WIB

HOG Siliwangi Bandung: Djamari Chaniago Ikut, Tapi Bukan Ketua Rombongan
Djamari Chaniago (wikipedia)

Epriyanto menjelaskan purnawirawan bintang tiga itu memang ikut dalam rombongan. Namun ia bukan sebagai ketua rombongan.

SuaraRiau.id - Klub moge (motor gede) HOG Siliwangi Chapter Bandung membantah kabar bahwa Letjen (Purn) Djamari Chaniago adalah ketua rombongan HOG yang melakukan touring menuju Sabang.

Bantahan itu disampaikan oleh Epriyanto, Humas HOG Siliwangi Chapter Bandung ketika dihubungi via ponselnya, Senin (2/11/2020).

Epriyanto menjelaskan purnawirawan bintang tiga itu memang ikut dalam rombongan. Namun ia bukan sebagai ketua rombongan.

"Tidak benar bahwa Letjend TNI (Purn) Djamari Chaniago sebagai ketua rombongan Touring HOG SBC," katanya.

"Saya ingin meluruskan bahwa tidak demikian adanya, beliau sebagai pencinta motor dan beliau juga sudah sepuh, bukan berarti beliau sebagai ketua rombongan, jika beliau berada dalam satu kegiatan touring tersebut memang benar tapi bukan sebagai ketua rombongan, saya kira, kita semua harus bijaksana dalam memberikan statement. Dan kita semua juga harus sama-sama menghormati hukum yang saat ini sedang dilakukan oleh Polri dalam hal ini polres setempat," sambungnya.

Eriyanto mengatakan organisasi HOG merupakan organisasi yang beranggotakan dari berbagai masyarakat.

Mereka tidak menutup diri, baik anggota Polri dan TNI, dapat menjadi anggota.

"Ini kan organisasi hobi, siapa pun bisa menjadi anggota, tidak terkecuali para petinggi TNI maupun Polri. Namun yang perlu dicatat adalah, dengan bergabungnya mereka bukan berarti mereka menjadi backing atau ketua," pungkasnya.

Sebelumnya, Djamari Chaniago menyatakan kasus pengeroyokan dua Prajurit TNI yang dilakukan oleh anggota HOG Siliwangi Chapter Bandung bukan persoalan besar.

Saat diwawancara sejumlah wartawan di Hotel Novotel, Sumbar, Djamari mengatakan persoalan itu hanya orang naik motor, lalu terjadi kepadatan dan jatuh.

Komentar

Berita Terkait