alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bak UFC, Detik-detik Polisi Terkapar Ditendang Intel karena Pukuli Pendemo

Reza Gunadha | Muhammad Yasir Rabu, 21 Oktober 2020 | 13:27 WIB

Bak UFC, Detik-detik Polisi Terkapar Ditendang Intel karena Pukuli Pendemo
Tangkap layar video viral polisi berpakaian preman aniaya anggota brimob saat tangkap pria diduga mahasiswa terkait aksi demo tolak UU Ciptaker di Jambi. (Twitter)

"Perwiraku itu, Brimob itu," teriaknya."Aku enggak tahu," teriak polisi berseragam.

SuaraRiau.id - Publik digegerkan oleh potongan video rekaman polisi berpakaian preman berselisih dengan anggota unit Sabhara Polri, saat mengamankan lelaki berbaju almamater perguruan tinggi sewaktu berdemonstrasi.

Video yang viral di media sosial itu dibubuhkan narasi bahwa lelaki yang dipiting polisi berbaju preman itu adalah perwira polisi.

Karena itu, bawahannya yang berpakaian preman tidak menerima tatkala satu anggota Sabhara memukul lelaki berbaju almamater tersebut.

Alhasil, satu polisi berbaju preman menendang tenggorokan anggota sabhara itu memakai lutut bak petarung UFC, hingga jatuh terkapar.

Namun belakangan, Polri menegaskan pria yang menggunakan almamater hijau adalah mahasiswa.

Pria tersebut diciduk oleh intel Brimob karena diduga melakukan anarkis saat aksi tolak UU Cipta Kerja di Jambi.

Pernyataan itu disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono. Hal itu disampaikan Awi sekaligus membantah terkait video viral berisi informasi bahwa ada anggota Brimob menyamar sebagai mahasiswa di tengah-tengah aksi demonstrasi.

Awi mengatkan massa yang diamnkan tersebut seorang mahasiswa dari Universitas Batanghari. Dia membantah narasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa seseorang berpakaian almamater hijau itu ialah personel Brimob.

"Terkait video viral di medsos yang mengatakan bahwa personel anggota Brimob menyamar sebagai mahasiswa dan ditangkap oleh polisi lalu kena pukul pers Sabhara adalah tidak benar," ujar Awi saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2020).

"Yang ditangkap menggunakan baju almamater hijau (kampus Unbari) saat kejadian adalah benar-benar mahasiswa," Awi menambahkan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait