Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dinilai Mengabaikan Islam, Jadi Faktor PDIP Tak Dapat Dukungan di Sumbar

Chandra Iswinarno Selasa, 13 Oktober 2020 | 16:59 WIB

Dinilai Mengabaikan Islam, Jadi Faktor PDIP Tak Dapat Dukungan di Sumbar
Ilustrasi Kampanye. [Foto: Padangkita.com]

Namun dia mengemukakan, alasan terbesar PDIP belum mendapatkan suara maksimal di Sumbar karena lemahnya komunikasi politik elite PDIP.

SuaraRiau.id - Lembaga Spektrum Politika Institut membeberkan hasil survei mengenai persepsi masyarakat Sumatera Barat (Sumbar).

Dalam penelitian tersebut ada beberapa alasan yang membuat partai berlambang banteng moncong putih tidak mendapat hasil maksimal di Provinsi Sumbar.

Direktur Data dan Survei Spektrum Politika Institut, Andri Rusta, menjelaskan salah satunya karena publik memiliki persepsi partai tersebut mengabaikan Islam meski menghargai pluralisme.

Andri mengemukakan, memang PDIP dikenal sebagai partai yang mengusung jargon nasionalisme dalam keberagaman.

Namun jargon ini memunculkan persepsi dari masyarakat Sumbar bahwa akibat memberi ruang pada pluralisme ini, PDIP justru mengabaikan Islam sebagai keyakinan masyarakat Sumbar yang mayoritas beragama Islam.

“Sebanyak 44,1 persen masyarakat mempunyai persepsi seperti ini,” ungkapnya seperti dilansir Padangkita.com-jaringan Suara.com Selasa (13/10/2020).

Namun dia mengemukakan, alasan terbesar PDIP belum mendapatkan suara maksimal di Sumbar karena lemahnya komunikasi politik elite PDIP.

“Masalah komunikasi politik antara elite dan massa menjadi penting dalam membangun kepercayaan politik masyarakat. Buktinya alasan terbanyak mengapa masyarakat Sumbar tidak mempercayai PDIP sebagai partai politik yang bisa mewakili kepentingannya di lembaga perwakilan politik."

Pernyataan tersebut merujuk pada hasil survei yang menunjukan sebanyak 62,3 persen masyarakat merasakan tidak adanya tokoh PDIP yang mendekatkan diri atau mendatangi mereka walaupun hanya sekadar untuk bertegur sapa atau berdiskusi.

Faktor lainnya, juga ditunjang lemahnya figur di PDIP. Dia menjelaskan masalah lainnya adalah tidak adanya tokoh lokal atau daerah setempat yang dikenal oleh masyarakat sehingga berdampak pada kepercayaan politik mereka kepada PDIP.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait