Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Disebut Kadrun, Mardigu Si Bossman Sontoloyo Malah Bilang Ini ke Ahok

Eko Faizin Selasa, 22 September 2020 | 16:10 WIB

Disebut Kadrun, Mardigu Si Bossman Sontoloyo Malah Bilang Ini ke Ahok
Sosok Mardigu Wowiek di channel YouTube Deddy Corbuzier (YouTube).

Sebagai seorang teman, Mardigu menegaskan kalau dirinya dalam banyak hal sepakat dengan ide, pemikiran dan tindakan Ahok.

SuaraRiau.id - Nama Basuki Tjahaja Purnama kembali muncul setelah di sebuah acara ia melontarkan pernyataan-pernyataan super pedas.

Salah satu pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tersebut membawa-bawa kadrun (kadal gurun) yang membuat pihak tertentu merasa tersinggung.

"Kalau saya jadi dirut pertamina kadrun bisa demo," ucap Ahok dalam channel YouTube POIN tersebut.

Pernyataan Ahok yang berapi-api itu pun menyentil Mardigu Wowiek alias Bossman Sontoloyo untuk berkomentar lewat sebuah unggahan di Instagramnya @mardiguwp.

"Kepada temanku Ahok, saya ingin menyampaikan pesan. Ada hal yang beda ketika pejabat publik bicara dengan masyarakat umum bicara. Pilih-pilih kata ya," tulis Mardigu memulai pesan panjangnya, Selasa (22/09/2020).

Sebagai seorang teman, Mardigu menegaskan kalau dirinya dalam banyak hal sepakat dengan ide, pemikiran dan tindakan Ahok.

Hanya saja, Mardigu menyoroti gaya bicara Ahok yang seharusnya bisa menyesuaikan situasi, kondisi dan seharusnya bisa mengesampingkan latar belakang daerah.

"Kita sering meledak ledak dan mengunakan gaya bahasa khas daerah kita, saya dari Jawa Timur yang biasa ancuk-ancuk, diamput-diamput tapi itu bukan makian penghinaan, itu memang bahasa pergaulan menunjukan kekesalan pakai penekanan ben ketok dalem marahnya."

"Anda dari Belitung, di mana anda sendiri sering mengatakan, saya ini triple minoritas, sudah keturuan china, orang daerah Belitung, Kristen lagi. Dan anda katakan sambil bergurau, itu khas Pak Ahok," sambungnya.

Soal penyebutan kata kadrun yang dilemparkan Ahok, kaca mata Mardigu menerangkan bahwa kata tersebut sensitif karena menyasar komunitas keturunan Arab.

Komentar

Berita Terkait