Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jalan Penghubung Riau-Sumbar Longsor, Buka Tutup Arus Kendaraan Diterapkan

Chandra Iswinarno Senin, 21 September 2020 | 14:18 WIB

Jalan Penghubung Riau-Sumbar Longsor, Buka Tutup Arus Kendaraan Diterapkan
Ruas Jalan Sumbar-Riau longsor di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar pada Senin (21/9/2020) dini hari. [Ist]

Ruas jalan Sumbar-Riau yang longsor itu kini sudah dapat dilewati kendaraan roda dua dan roda empat. Namun, dengan sistem buka-tutup.

SuaraRiau.id - Ruas jalan yang menghubungkan dua provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan Riau tertimbun longsor pada Senin (21/9/2020).

Bencana tersebut terjadi di daerah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, tepatnya di dekat Jembatan Kembar, Jorong Aia Putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau.

“Iya, terjadi longsor dini hari tadi. Memang sempat menimbun badan jalan, tapi material longsor sudah dibersihkan,” kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Limapuluh Kota Rahmadinol yang dihubungi Padangkita.com-jaringan Suara.com pada Senin (21/9/2020) siang.

Meski begitu, dia mengemukakan, ruas jalan Sumbar-Riau yang longsor itu kini sudah dapat dilewati kendaraan roda dua dan roda empat. Namun, dengan sistem buka-tutup.

“Barusan, kami mau melakukan operasi penertiban pemakaian masker ke Kapur IX untuk pencegahan Covid-19, bersama TNI, Polri, dan Satpol PP. Saat kami lewat, jalan masih buka tutup,” katanya.

Sementara, Humas Polres Limapuluh Kota Briptu Jaka Satria menjelaskan, longsor yang terjadi di jalan nasional lintas Sumbar – Riau KM.144+700 dari arah Padang menuju Pekanbaru tepatnya di bawah Kelok Sembilan dekat Jembatan Kembar Aia Putiah ini, menutup setengah badan jalan.

“Arus lalin dapat dilalui kendaraan roda empat dan roda dua hanya satu arah. Untuk membersihkan material longsor, alat berat sudah didatangkan oleh Balai Jalan Nasional ke TKP. Alat berat masih bekerja untuk membersihkan materil lonsor. Anggota Lantas sudah berada di lapangan,” katanya.

Sebelumnya, pada Jumat (11/9/2020), Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi menyebut, daerahnya termasuk dalam kawasan rawan dilanda bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, ataupun tanah bergerak.

“Apalagi pada pengujung tahun ini, kita sangat mewaspadai akan terjadinya bencana alam banjir dan longsor. Karena di dua bulan terakhir itu biasanya intensitas hujun cukup tinggi,” katanya.

Kalaksa BPBD Limapuluh Kota Joni Amir menyebutkan, ada 8 kecamatan yang rawan banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota, yakni, Kecamatan Harau, Lareh Sago Halaban, Pangkalan, Kapur IX, Payakumbuh, Suliki, Mungka dan Kecamatan Akabiluru.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait