Eko Faizin
Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:50 WIB
Kurator pameran Saridan, MSn menjelaskan soal lukisan Utopia kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Ekraf Riau, Tekad Perbatas Setia Dewa dan Ketua Samade Riau Rudi Khairul di Galeri Hang Nadim, Pekanbaru, Rabu (21/10/2026). [Ist]
Baca 10 detik
  • Pelukis Yohanes Fitri resmi membuka pameran tunggal berjudul Utopia di Galeri Hang Nadim Pekanbaru pada Rabu malam.
  • Pameran menampilkan sembilan belas karya seni bertema satwa dan alam yang mengangkat isu pelestarian budaya serta ekologi.
  • Ketua Samade Riau Rudi Khairul membeli satu lukisan gajah tiga dimensi berjudul Perisai TNTN dalam acara tersebut.

Sementara Kepala GHN, Furqon Elwe menyampaikan melalui pameran Utopia karya Yohanes ini sebagai upaya menjaga ekosistem seni rupa yang ideal.

"GHN sebagai salah satu unsur ekosistem di ranah mediasi yang mempertemukan karya dengan publik saat ini sudah melakukan pameran sejak 2020," katanya dalam sambutan.

Furqon lantas menyinggung bahwa Riau tidak kekurangan seniman, studio seni maupun komunitas yang menghasilkan gagasan dan karya.

"Sayangnya, kita belum memiliki sekolah atau kampus seni yang melakukan kerja-kerja akademik untuk mengembangkan atau menghasilkan pengetahuan," jelasnya.

Sejalan dengan itu, menurut Furqon, seniman juga idealnya memiliki kesempatan hidup yang layak dari profesinya melalui keterhubungan dengan kolektor, pemerintah hingga masyarakat luas.

Kurator pameran Saridan, MSn dalam pengantar kuratorialnya malam itu mengatakan "Utopia" ala Fitri Yohanes yang memvisualisasikan kura-kura sebagai objek utama karena mayoritas muncul hampir dalam setiap karyanya, adalah representasi perjalanan lingkungan dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan.

"Kura-kura dipilih bukan semata-mata karena bentuk visualnya yang khas, tetapi juga karena memiliki makna simbolis yang kuat. Cangkangnya dapat dimaknai sebagai perlindungan, gerakannya yang lambat mencerminkan kesabaran dan ketahanan, sedangkan usia hidupnya yang panjang mengingatkan manusia pada kesinambungan kehidupan lintas generasi," tutur Saridan.

Acara pembukaan dimeriahkan penampilan seni teatrikal tunggal oleh Celsi Olivia, seorang atlet pencak silat Riau.

Selain dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Ekraf Riau, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan, Sekretaris Dinas Kebudayaan, perwakilan Kepala BBKSDA Riau, Ketua Samade Riau, juga tampak hadir para seniman, budayawan, maupun komunitas seni dan masyarakat umum.

Pameran Utopia ini terbuka untuk umum mulai dari tanggal 22Oktober hingga 21 November 2026 mendatang.

Dengan membayar tiket masuk Rp20.000 per orang pengunjung bisa datang ke Galeri Hang Nadim di kompleks Bandar Serai purna MTQ mulai pukul 11.00-22.00 WIB setiap hari.

Load More