- Pelukis Yohanes Fitri resmi membuka pameran tunggal berjudul Utopia di Galeri Hang Nadim Pekanbaru pada Rabu malam.
- Pameran menampilkan sembilan belas karya seni bertema satwa dan alam yang mengangkat isu pelestarian budaya serta ekologi.
- Ketua Samade Riau Rudi Khairul membeli satu lukisan gajah tiga dimensi berjudul Perisai TNTN dalam acara tersebut.
SuaraRiau.id - Utopia Solo Exhibition karya pelukis Riau, Yohanes Fitri resmi dibuka di Galeri Hang Nadim (GHN), Anjungan Kampar Kompleks Bandar Serai Jalan Sudirman Pekanbaru, Rabu (21/10/2026) malam.
Pameran lukisan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekraf Riau, Tekad Perbatas Setia Dewa, ditandai dengan menyapukan kuas di kanvas.
Diikuti Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Riau Kristanto Januardi, Sekretaris Dinas Kebudayaan Riau Anton W Putra, Ketua Samade Riau Rudi Khairul dan Kepala GHN Furqon Elwe.
Yohanes menuturkan, karya-karya Utopia berfokus pada eksplorasi gaya surealisme dan realisme yang mengangkat narasi mendalam tentang sejarah, pelestarian budaya hingga isu ekologis.
Uniknya, hampir seluruh lukisan yang digoreskan pelukis kenamaan Bumi Lancang Kuning tersebut menampilkan kura-kura sebagai obyek utama gambar.
"Kura-kura sebagai simbol sentral, merefleksikan ketahanan lintas zaman dan keseimbangan alam," ujar Yohanes, Rabu (21/10/2026).
Dia menggunakan visual kura-kura secara konsisten sejak 2018 dengan mengedepankan pendekatan konseptual yang memadukan medium konvensional.
Selain menampilkan ilustrasi kura-kura, Yohanes memamerkan beberapa lukisan gajah yang dibuatnya dari tahun 2026.
Pria yang kerap disapa Anes ini mengungkapkan, pameran tunggal ini adalah langkah awal Utopia Project, sebuah obsesinya untuk terus mengeksplorasi kekayaan lokal Riau di tengah kondisi kekinian.
"Utopia Project adalah perjalanan panjang saya di ranah seni yang mengeksplorasi kekayaan lokal Riau sejak masa lalu, kondisi kekinian dan bagaimana upaya bertahan di masa depan," jelasnya.
Rudi Khairul, salah satu pengunjung pameran merasa terkesima dengan belasan karya Yohanes yang mengangkat tema satwa dan alam.
"Lukisannya detail sekali, goresan-goresannya saya suka. Apalagi lukisannya tentang hewan," ujar Ketua Samade Riau tersebut.
Rudi Khairul pun membeli salah satu lukisan semi tiga dimensi yang menampilkan sosok gajah dengan latar hutan berjudul "Perisai TNTN".
Lukisan seekor gajah sumatera tersebut merupakan satu dari 19 karya yang dipamerkan termasuk patung yang terbuat dari plat logam.
"Iya saya tertarik (gambar) gadingnya, dan karena tiga dimensi seperti nyata," terangnya sembari melihat lukisan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Bongkar Penimbunan Solar, Polda Riau Didesak Ungkap Mafia BBM
-
Viral Aksi Kontroversi di Kafe Pekanbaru, Satpol PP Minta Klarifikasi Pengelola
-
Pameran "Kura-kura" Yohanes, Satu Lukisan Langsung Terjual di Malam Pembukaan
-
BRI Mulai Rangkaian Perayaan HUT ke-131, Adakan Bazar UMKM BRILiaN Klasterku Hidupku
-
Ditangkap Polda Riau, Pengantar Sabu Libatkan Oknum TNI Diupah Rp50-100 Juta