- Bareskrim Polri dan Polda Riau menggelar operasi gabungan di MP Club Pekanbaru untuk memberantas peredaran narkotika.
- Petugas melakukan pemeriksaan urine dan mendapati enam puluh pengunjung tempat hiburan malam tersebut positif menggunakan narkoba.
- Polisi mengamankan delapan orang beserta sejumlah barang bukti untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman kasus lebih lanjut.
SuaraRiau.id - Sebanyak 60 pengunjung MP Club Pekanbaru dinyatakan positif menggunakan narkotika berdasarkan hasil pemeriksaan urine.
Hal itu terungkap setelah Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Narkoba Polda Riau menggelar operasi gabungan di tempat hiburan malam tersebut.
Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Zulkarnain Harahap menjelaskan bahwa operasi berawal dari informasi yang diterima tim mengenai aktivitas peredaran ekstasi di MP Club Pekanbaru.
"Tim Subdit III mendapatkan informasi bahwa di tempat hiburan malam MP Club Pekanbaru diduga terjadi peredaran narkotika jenis ekstasi," katanya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Senin (12/10/2026).
Hasil pemeriksaan menunjukkan sebanyak 60 pengunjung dinyatakan positif menggunakan narkotika yang terdiri dari 39 laki-laki dan 21 perempuan.
Zulkarnain mengungkapkan, hasil pemeriksaan urine tersebut menunjukkan adanya penggunaan narkotika jenis meth dan amphetamine.
"Hasilnya 39 pengunjung laki-laki dan 21 pengunjung perempuan positif menggunakan narkotika jenis meth dan amphetamin," terangnya.
Selain menemukan banyak tamu yang positif menggunakan narkoba, petugas juga menemukan sisa ekstasi yang diduga telah digunakan oleh salah seorang pengunjung.
Zulkarnain menjelaskan setelah mendapatkan informasi, pihaknya melakukan penyamaran untuk mengungkap dugaan transaksi narkoba di dalam klub.
Petugas menyamar dengan berpura-pura memesan ekstasi kepada seorang waiter bernama Rizal. Permintaan itu disebut disanggupi oleh Rizal.
Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap waiter tersebut, polisi kemudian memperoleh informasi mengenai sosok lain yang diduga menjadi sumber pasokan ekstasi di tempat hiburan malam tersebut.
"Setelah dilakukan interogasi awal terhadap Rizal ternyata ekstasi tersebut diperoleh dari chief security club tersebut bernama Rama Wijaya," jelas Zulkarnain.
Setelah memperoleh informasi awal, petugas melanjutkan operasi dengan melakukan penggeledahan serta pemeriksaan urine terhadap para pengunjung yang berada di area hall dan sejumlah ruangan atau room di MP Club.
Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh petugas, ekstasi tersebut dibeli dari dua waiter MP Club yang masing-masing bernama Putra Zola dan Hari Gustira.
"Ekstasi itu dibeli dari waiter MP Club oleh PZ dan HG," lanjut Zulkarnain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Operasi Gabungan, 60 Tamu MP Club Pekanbaru Dinyatakan Positif Narkoba
-
Komjen Herry Akhiri Green Policing, Irjen Arman Sebut Program Pendahulu Jadi Fondasi
-
Kualitas Udara Membaik, Anak-anak di Pekanbaru Kembali ke Sekolah
-
PSPS Pekanbaru Hajar PSMS Medan 2-1, Detik Terakhir Jadi Penentu
-
Valuasi Merek Capai USD6,9 Miliar, BRI Pertahankan Peringkat Teratas di Indonesia