- Dinas Perhubungan Pekanbaru menyatakan aktivitas pedagang kaki lima di Jembatan Siak IV mengganggu kelancaran lalu lintas sejak hari Selasa.
- Petugas Dinas Perhubungan secara rutin melakukan patroli serta memberikan imbauan persuasif kepada para pedagang dan pengendara agar tidak parkir sembarangan.
- Dishub Pekanbaru berkoordinasi dengan OPD terkait dan kepolisian untuk menyiapkan penindakan tegas jika imbauan tersebut diabaikan.
SuaraRiau.id - Lalu lintas di Jembatan Siak IV Pekanbaru agak terganggu dengan aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang memanfaatkan badan bangunan tersebut.
Jembatan Siak IV, yang juga dikenal sebagai Jembatan Leton 4 atau Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah kini dipadati deretan gerobak, sepeda listrik pedagang kopi hingga mobil pribadi.
Mereka biasanya kerap memenuhi kawasan jembatan, terutama pada sore hingga malam hari. Kondisi ini tak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Pekanbaru, Masykur Tarmizi mengklaim pihaknya rutin melakukan patroli sekaligus memberikan imbauan agar tidak melakukan aktivitas yang mengganggu fungsi jalan.
"Kalau imbauan penertiban, saya kira tiap malam, tiap saat kita lakukan. Teman-teman mungkin bisa cek," katanya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Selasa (22/9/2026).
Masykur menjelaskan patroli menjadi bagian dari pengawasan lalu lintas yang dilakukan Dinas Perhubungan di sejumlah ruas jalan, termasuk kawasan Jalan Jenderal Sudirman hingga sekitar Jembatan Siak IV.
Namun, untuk saat ini penanganan terhadap PKL masih mengedepankan pendekatan persuasif.
Petugas memberikan edukasi dan imbauan kepada pedagang maupun masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.
"Sementara ini kita masih melakukan sifat-sifat yang persuasif, berupa imbauan dan edukasi kepada masyarakat," terang Masykur.
Jembatan Siak IV selama ini menjadi salah satu titik yang ramai didatangi masyarakat, termasuk pedagang yang memanfaatkan kawasan tersebut untuk berjualan.
Sejumlah pedagang bahkan memakai bahu hingga sebagian badan jalan sebagai tempat berjualan. Kondisi semakin rawan ketika pengendara berhenti secara tiba-tiba untuk melakukan transaksi.
Kendaraan lain yang ikut berhenti atau parkir di sekitar lapak pedagang membuat ruang gerak kendaraan semakin terbatas.
Pada sore hingga malam hari ketika volume kendaraan meningkat, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan perlambatan arus lalu lintas hingga kemacetan.
Lebih lanjut, Masykur mengatakan pihaknya terbuka melakukan langkah lebih lanjut apabila pendekatan persuasif dinilai belum cukup efektif.
Terutama terhadap kendaraan yang berhenti atau parkir sembarangan hingga mengganggu arus lalu lintas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Kabut Asap Kepung Tembilahan: Ratusan Warga Terserang ISPA, Siswa Pakai Masker
-
Kabut Asap Mereda, Siswa di Pekanbaru Kembali Masuk Sekolah Besok
-
Dear Petani Swadaya, Harga Sawit Riau Pekan Ini Rp3.885 per Kg
-
Jembatan Siak IV Pekanbaru Dipenuhi Pedagang, Bahayakan Pengguna Jalan
-
BRI dan Syailendra Capital Ungkap Peluang Investasi Syariah di Paruh Kedua 2026