Eko Faizin
Minggu, 20 September 2026 | 15:19 WIB
Ilustrasi - Helikopter water bombing memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari udara. [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/tom]
Baca 10 detik
  • Satgas Udara Riau mengerahkan tiga helikopter water bombing untuk memadamkan karhutla di Inhil dan Inhu sejak 19 September 2026.
  • BPBD mengerahkan tim gabungan darat dan pesawat Cessna menyemai 1.000 kg Natrium Klorida melalui operasi modifikasi cuaca.
  • Operasi modifikasi cuaca berhasil menurunkan hujan merata di Riau, meski belum sepenuhnya memadamkan titik api di lokasi kebakaran.

SuaraRiau.id - Satgas Udara Riau mengerahkan tiga helikopter water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terpantau di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Indragiri Hulu (Inhu).

Kepala BPBD dan Damkar Riau, Edy Afrizal mengatakan di Inhil karhutla terjadi di Desa Semambu Kecamatan Gaung. Kebakaran lahan bergambut itu kembali muncul sehingga dikerahkan satu helikopter water bombing.

"Sementara di Inhu, karhutla terjadi di Kuala Cenaku. Pemadaman dengan mengerahkan dua unit heli WB. Karhutla di Kuala Cenaku ini sudah terjadi sejak Senin (14/9/2026) lalu," katanya, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya upaya pemadaman juga sudah diupayakan baik melalui jalur darat oleh tim gabungan dari TNI, Polri maupun BPBD setempat termasuk pemadaman melalui udara beberapa waktu lalu. Akan tetapi titik api masih terpantau.

Makanya lanjut dia untuk memaksimalkan pemadaman yang sudah kerahkan kembali heli WB sebanyak dua unit. Upaya pemadaman karhutla juga terus diupayakan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).

Sebanyak empat sortie (perjalanan) telah dilakukan pesawat Cessna Caravan 208 dengan nomor registrasi PK-SNM milik BNPB.

Pesawat melaksanakan penyemaian awan pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 12.000 kaki.

Dari OMC terebut sebanyak 1.000 kilogram Natrium Klorida (NaCl) sudah disemai di awan yang memiliki potensi hujan. Hasilnya berdasarkan laporan, hujan telah turun merata hampir di seluruh wilayah Riau.

"Dari laporan kita terima pascaOMC kemarin hujan memang turun merata. Di Tembilahan, Rengat. cuma kebetulan di lokasi karhutla di Kuala Cenaku tidak ada hujan. Di Desa Semambu di lokasi karhutla hanya turun hujan tipis, belum bisa memadamkan titik api semuanya," papar Edy.

Oleh sebab itu, OMC kembali dilakukan di berbagai daerah di Riau oleh Satgas Udara.

Tercatat OMC sejak pagi hingga sore ini sudah dilaksanakan sebanyak tiga sortie. Diharapkan, hujan kembali turun merata di Riau. Sehingga karhutla pun benar-benar padam. (Antara)

Load More