- LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan agenda LPPOM Halal Connect 2026 guna membuka akses sertifikasi halal bagi UMK.
- Agenda ini mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, perbankan, dan akademisi untuk memperkuat ekosistem halal secara kolektif dari hulu ke hilir.
- LPPOM meresmikan gedung baru, Halal Service Center, dan Halal Service Point untuk memperluas jangkauan layanan sertifikasi halal daerah.
SuaraRiau.id - LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan agenda LPPOM Halal Connect 2026 yang mengusung tema sentral "Connecting the Halal Ecosystem".
Agenda ini dirancang secara khusus untuk membuka akses yang komprehensif bagi para pelaku bisnis, utamanya kelompok Usaha Mikro dan Kecil (UMK), terhadap kelancaran proses sertifikasi halal.
Forum ini juga mengarahkan para peserta menuju akses program edukasi berkelanjutan, skema pembiayaan perbankan, perluasan penetrasi pasar, hingga penguatan jejaring bisnis antarpelaku industri secara rasional dan terukur.
Selama masa pelaksanaannya, agenda Halal Connect ini mempertemukan berbagai elemen vital yang meliputi pelaku usaha lokal, instansi pemerintahan, lembaga perbankan dan keuangan, kelompok akademisi, perwakilan komunitas masyarakat, pembeli potensial (buyer), hingga berbagai mitra strategis dari pelbagai sektor.
Mengenai urgensi pembangunan ekosistem tersebut, Direktur LPPOM Bangka Belitung, Muhammad Ihsan, menekankan perlunya konektivitas terstruktur dalam lingkungan bisnis lokal.
“Kami ingin mewujudkan UMKM Bangka Belitung yang halal, berdaya saing, dan siap menembus pasar, baik nasional maupun ekspor. Untuk itu, diperlukan ekosistem yang menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai pihak yang dapat mendukung pertumbuhan mereka,” kata Ihsan, dalam keterangan resminya.
Sejalan dengan perspektif tersebut, Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, memaparkan bahwa keberhasilan pembangunan ekosistem standar halal ini mutlak membutuhkan keterlibatan kolektif dari hulu ke hilir.
“LPPOM memandang bahwa penguatan ekosistem halal tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga atau satu sektor saja. Sertifikasi halal merupakan salah satu bagian penting, tetapi pelaku usaha juga membutuhkan edukasi, pendampingan, akses pembiayaan, akses pasar, jejaring bisnis, inovasi, serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan,” ujar Muti.
Rangkaian agenda tersebut sekaligus menandai tiga capaian utama dalam perluasan infrastruktur layanan halal di daerah Bangka Belitung.
Baca Juga: Demi Dongkrak PAD, Pemprov Riau Lakukan Penjaringan Petinggi BUMD yang Baru
Tahapan pertama diwujudkan melalui peresmian gedung baru Kantor LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang disimbolisasikan lewat prosesi pemotongan pita dan penandatanganan prasasti secara resmi.
Pembangunan fasilitas fisik ini direalisasikan sebagai bentuk nyata komitmen lembaga guna mengoptimalkan kapasitas layanan operasional sertifikasi halal, penyediaan ruang edukasi publik, penyediaan area pendampingan khusus, serta penciptaan pusat kolaborasi terpadu.
Berdirinya gedung yang lebih representatif ini difungsikan agar institusi terkait dapat hadir lebih dekat dengan denyut aktivitas masyarakat serta dinamika perekonomian para pelaku usaha di Bangka Belitung.
Dua capaian penting berikutnya adalah peluncuran Halal Service Center (HSC) yang berkedudukan di Kantor LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bersamaan dengan peresmian Halal Service Point (HSP) yang merupakan hasil kolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Belitung.
Kedua instrumen fasilitas ini didirikan demi merespons tingginya kebutuhan perluasan jangkauan layanan secara geografis. HSP secara teknis difokuskan sebagai titik layanan informasi tahap awal, konsultasi prosedur dasar, serta pendampingan administratif mula-mula bagi para pelaku UMK.
Langkah strategis ini mencatatkan Bangka Belitung sebagai provinsi pertama di Indonesia yang berhasil mengintegrasikan akses layanan halal secara langsung ke dalam ekosistem pengembangan UMK daerah melalui pemanfaatan fasilitas PLUT.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera
-
Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru
-
Pekanbaru Berawan Tebal, Padang Diprediksi Hujan Ringan
-
Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis