- Pemkot Pekanbaru mulai memberlakukan pembelajaran tatap muka untuk tingkat PAUD hingga SMP pada Kamis, 10 September 2026.
- Kebijakan ini diterapkan dengan mewajibkan penggunaan masker serta membatasi aktivitas luar ruangan meskipun kualitas udara masih tidak sehat.
- Dinas Pendidikan Pekanbaru menerbitkan surat edaran resmi agar sekolah memantau kesehatan murid dan memberikan izin belajar dari rumah bagi siswa rentan.
SuaraRiau.id - Kota Pekanbaru menerapkan belajar tatap muka mulai Kamis (10/9/2026) setelah sebelumnya melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Plt Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, Abdul Jamal mengungkapkan meski kualitas udara masih di kategori tidak sehat, pembelajaran di sekolah dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.
"Besok pembelajaran tatap muka. Namun, seluruh warga sekolah wajib menggunakan masker," katanya, Rabu (9/9/2026) sore.
Jamal menyampaikan, berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara Kota Pekanbaru pada Rabu (9/9/2026) pada level tidak sehat. Namun, kondisi ini mengalami perbaikan dibandingkan hari sebelumnya.
Dia mengungkapkan, seluruh kegiatan pembelajaran sekolah tingkat PAUD hingga jenjang SMP sederajat diminta dilaksanakan di dalam ruang kelas.
Aktivitas di luar ruangan juga harus dibatasi untuk mengurangi paparan terhadap kualitas udara yang masih belum sehat.
Selain itu, guru diminta melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan murid setiap hari.
Perhatian khusus diberikan kepada murid yang rentan atau memiliki riwayat penyakit pernapasan, seperti asma maupun Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Murid yang mengalami gangguan kesehatan juga diberikan keluwesan untuk belajar dari rumah. Namun, kebijakan tersebut dilakukan setelah murid atau orang tua berkoordinasi dengan pihak sekolah.
Meski pembelajaran secara tatap muka, namun penerapannya tetap menyesuaikan perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan warga sekolah.
Diketahui, kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor B.400.3.1/Disdik/32/2026 tentang Penyesuaian Pembelajaran di Kota Pekanbaru.
Dalam edaran tersebut, Dinas Pendidikan mengacu pada Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Bupati Afni Zulkifli Resmi Menjadi Ketua Partai Nasdem Siak
-
Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering
-
Kualitas Udara Pekanbaru Masih Buruk, Siswa Pulang Lebih Awal
-
Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera