Eko Faizin
Rabu, 02 September 2026 | 09:07 WIB
Kabut asap menyelimuti Pekanbaru sejak beberapa waktu belakangan ini. [Suara.com/Eko Faizin]
Baca 10 detik
  • Kualitas udara di beberapa wilayah Riau masuk kategori tidak sehat pada Rabu (2/9/2026) akibat dampak kabut asap karhutla.
  • Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyatakan jumlah titik panas menurun signifikan dari 62 titik menjadi 10 titik pada Selasa (1/9/2026).
  • Pemerintah Provinsi Riau terus fokus melakukan pemadaman serta pendinginan bara di lahan gambut, terutama di wilayah Indragiri Hulu.

SuaraRiau.id - Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di beberapa kabupaten/kota wilayah Provinsi Riau masih mengkhawatirkan imbas kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu (2/9/2026).

Berdasarkan pantauan laman Kementerian Lingkungan Hidup, Rabu pagi, Kota Pekanbaru kembali berada pada level Tidak Sehat dengan konsentrasi partikulat (PM2.5) sebesar 150.

Kualitas udara yang buruk juga terdeteksi di Kampar dengan kategori Tidak Sehat yakni 190, disusul Pelalawan 138, Bengkalis 129 dan Rokan Hilir 111.

Sedangkan Siak dan Indragiri Hilir ada pada level Sedang, dengan konsentrasi partikulat (PM2.5) masing-masing 99 dan 96.

Diketahui sebelumnya, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, mengatakan berdasarkan data terbaru jumlah titik panas (hotspot) di Riau mengalami penurunan cukup signifikan.

Penurunan yang drastis tersebut diklaim seiring upaya pemadaman, operasi modifikasi cuaca, hingga pendinginan di sejumlah wilayah.

"Alhamdulillah, kondisi Karhutla Riau hari ini jauh lebih membaik. Hotspot turun dari 62 titik menjadi 10 titik pada hari ini, sedangkan firespot turun dari 9 titik menjadi 6 titik," kata SF Hariyanto, Selasa (1/9)/2026.

Meski terjadi penurunan, Pemprov Riau tetap meminta seluruh pihak tidak lengah terhadap potensi munculnya kembali titik api.

Penanganan terutama difokuskan pada wilayah yang masih terdapat kebakaran dan lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.

"Kita terus tuntaskan pemadaman dan pendinginannya. Terutama di Indragiri Hulu jadi target kita, bukan hanya hotspot turun tetapi kita pastikan api dan bara di lahan gambut benar-benar mati tidak kembali menyala," tegas Plt Gubernur.

SF Hariyanto juga merinci, dari total 10 hotspot yang terdeteksi hari ini, lima titik berada di Indragiri Hulu, dua titik di Pelalawan, dua titik di Bengkalis, dan satu titik berada di Indragiri Hilir.

Data tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim di lapangan untuk melakukan verifikasi dan menentukan langkah penanganan.

"Data hari ini hotspot ada di Indragiri Hulu 5 titik, Pelawan 2 titik, Bengkalis 2 titik, dan Indragiri Hilir 1 titik. Catatan kami adalah 2 hotspot di Pelalawan setelah kami lakukan verifikasi awal merupakan dari cerobong asap pabrik, bukan dari kebakaran hutan," terangnya.

Sementara itu, dari enam firespot yang masih terpantau, sebagian besar berada di Indragiri Hulu. Tim gabungan masih melakukan pemadaman di lokasi tersebut untuk memastikan api tidak meluas ke area lain.

"Firespot ini terdapat 4 titik di Indragiri Hulu masih dalam kondisi pemadaman. Indragiri Hilir 1 titik masih dalam peninginan dan Bengkalis 1 titik dalam kondisi peninginan," tegas SF Hariyanto.

Load More