Eko Faizin
Selasa, 01 September 2026 | 09:22 WIB
Ilustrasi - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). [Antara]
Baca 10 detik
  • Kota Pekanbaru menurunkan status tanggap darurat menjadi siaga darurat pada Senin, 31 Agustus 2026.
  • Hujan akhir pekan lalu memadamkan empat titik kebakaran lahan di Pekanbaru dan memperbaiki kualitas udara.
  • Wali Kota Agung Nugroho menyatakan wilayahnya kini bebas titik api dengan jarak pandang normal.

SuaraRiau.id - Kota Pekanbaru menurunkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi siaga darurat seiring kualitas udara berangsur membaik, Senin (31/8/2026).

Kondisi kualitas udara saat ini berada di kategori sedang menyusul hujan yang mengguyur kota tersebut pada akhir pekan kemarin.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersyukur hujan yang mengguyur kota dalam dua hari ini membantu pemadaman kebakaran lahan.

"Kita kemarin di status tanggap darurat, tapi kita sudah turun menjadi siaga darurat," ujarnya.

Agung Nugroho memastikan tidak ada lagi titik api di Kota Pekanbaru.

"Untuk saat ini di Kota Pekanbaru sudah zero titik api, asap sudah mereda dan jarak pandang berangsur normal," jelasnya.

Agung dalam kesempatan itu berterima kasih kepada para personel gabungan yang berjibaku ikut memadamkan karhutla. Ia mendoakan agar para personel gabungan tidak mengalami kendala selama bertugas.

Sementara Plt Kepala BPBD Pekanbaru, Martin Manoluk menyebut bahwa hujan selama dua hari ini membantu upaya pemadaman kebakaran.

Ia memastikan kondisi kebakaran lahan berangsur terkendali.

"Hujan selama dua hari ini membantu upaya pemadaman lahan terbakar," terang Martin.

Dirinya menyebut bahwa pada pekan kemarin sempat terjadi empat kebakaran lahan.

Lokasi lahan tersebut di antaranya Jalan Rawa Bening (Kecamatan Tuah Madani), dekat SMAN 17 Pekanbaru (Kecamatan Payung Sekaki), Jalan Sidorukun Ujung (Kecamatan Payung Sekaki) dan Jalan Rawa Indah (Kecamatan Payung Sekaki).

Sejak Januari hingga Agustus 2026, Total jumlah lahan terbakar saat ini di Kota Pekanbaru mencapai 93,8 hektare.

Load More