- Kementerian Agama Riau menerbitkan surat edaran penyesuaian pembelajaran akibat kebakaran hutan pada Rabu, 26 Agustus 2026.
- Kepala Kanwil Kemenag Riau Muliardi menginstruksikan perubahan metode belajar, pengurangan durasi, serta pengalihan ke pembelajaran jarak jauh.
- Langkah penyesuaian tersebut bertujuan melindungi kesehatan dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik dari dampak karhutla.
SuaraRiau.id - Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan surat edaran (SE) terkait pembelajaran di bawah naungannya menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Riau.
Kantor Wilayah Kemenag Riau mendorong satuan pendidikan untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan mempertimbangkan kualitas udara, kesehatan, keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Riau Muliardi menjelaskan dalam SE Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Pembelajaran pada Raudhatul Athfal/Madrasah, Pesantren, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang terdampak karhutla
"Kami meminta satuan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama untuk melakukan penyesuaian pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kondisi dan tingkat risiko di masing-masing wilayah," ujarnya, Rabu (26/8/2026).
Muliardi menegaskan, penyesuaian pembelajaran bukan berarti menghentikan layanan pendidikan, tetapi merupakan langkah untuk memastikan proses pendidikan mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan.
"Keselamatan dan kesehatan peserta didik, guru, serta seluruh warga satuan pendidikan harus menjadi perhatian utama," ungkapnya.
Muliardi meminta penyesuaian jadwal maupun metode pembelajaran dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan antara lain perubahan waktu masuk dan/atau pulang madrasah, pengurangan durasi pembelajaran tatap muka.
"Penyesuaian kegiatan pembelajaran dan kegiatan di luar ruang, hingga pengalihan sementara pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh, baik secara daring maupun luring," jelas dia.
Kemenag Riau mengimbau kepala madrasah dan pimpinan satuan pendidikan melakukan koordinasi dengan Kantor Kemenag Kabupaten/Kota untuk menentukan langkah yang paling sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.
"Jangan sampai pembelajaran tetap dipaksakan ketika kondisi udara tidak mendukung kesehatan dan keselamatan peserta didik," tegas Muliardi.
Satuan pendidikan juga diminta menghindari, menunda, atau meniadakan sementara kegiatan di luar ruangan seperti upacara, olahraga, dan kegiatan ekstrakurikuler apabila kualitas udara dan kondisi lingkungan tidak memungkinkan.
Perhatian khusus diberikan kepada peserta didik yang memiliki kondisi kesehatan tertentu dan lebih rentan terhadap dampak kabut asap karhutla.
Lebih lanjut, ia mengharapkan satuan pendidikan memastikan pembelajaran tetap aman, inklusif, ramah anak, serta memperhatikan kondisi psikososial peserta didik.
Sesuai SE tersebut, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan secara normal setelah kondisi lingkungan dan kualitas udara membaik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Di Sofifi Maluku Utara, BRI Bawa Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI untuk UMKM dan Desa BRILiaN
-
Kabut Asap Karhutla, Kemenag Riau Keluarkan Aturan Jam Belajar Sekolah
-
Sekolah di Indragiri Hulu Diliburkan Akibat Asap Karhutla, Siswa Belajar Daring
-
Unri Tetapkan Kuliah Online Imbas Kabut Asap Karhutla di Pekanbaru
-
Kualitas Udara Pelalawan, Pekanbaru hingga Siak di Level Tidak Sehat