Eko Faizin
Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:11 WIB
Ilustrasi - Petugas menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). [Ist]
Baca 10 detik
  • Kementerian Lingkungan Hidup mencatat kualitas udara di enam wilayah Riau berada pada level tidak sehat pada Rabu, 26 Agustus 2026.
  • Pelalawan, Kampar, Pekanbaru, Bengkalis, Rokan Hilir, dan Siak mengalami pencemaran udara buruk akibat konsentrasi partikulat PM2.5 yang tinggi.
  • BMKG Stasiun Pekanbaru melaporkan terdapat 223 titik panas di Riau dari total 2.461 titik panas di Pulau Sumatera.

SuaraRiau.id - Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sejumlah wilayah di Provinsi Riau berada pada level Tidak Sehat berdasarkan laman Kementerian Lingkungan Hidup, Rabu (26/8/2026) pukul 10.47 WIB.

Berdasarkan pantauan di website tersebut, ada enam kabupaten/kota yang kualitas udaranya dengan konsentrasi partikulat (PM2.5) buruk.

Pelalawan tingkat kualitas udaranya berada di kategori tidak sehat dengan PM2.5 sebesar 198, disusul Kampar (161), Pekanbaru (158), Bengkalis (131), Rokan Hilir (125), dan Siak (116).

Sementara itu, jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Riau sebanyak 223 pada Rabu (26/8/2026). Jumlah ini menjadi bagian dari 2.461 titik panas di Pulau Sumatera.

"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera sebanyak 2.461 titik. Untuk Provinsi Riau terdeteksi sebanyak 223 titik panas," kata prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Ranti Kurniati.

Di Riau, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 91 titik. Selanjutnya Bengkalis dengan 35 titik dan Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 45 titik.

Kabupaten Indragiri Hulu tercatat memiliki 17 titik, Kabupaten Kampar 8 titik, Kabupaten Kuantan Singingi 8 titik, serta Kabupaten Kepulauan Meranti 7 titik.

Dumai terpantau memiliki 5 titik panas, Rokan Hilir 3 titik, Rokan Hulu 2 titik, Siak 2 titik, serta sejumlah titik panas lainnya tersebar di wilayah Riau.

Load More