- Kebakaran hutan melanda Suaka Margasatwa Kerumutan, Pelalawan, dan mengancam habitat penting harimau sumatera.
- Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menyatakan sekitar lima hektare lahan gambut terbakar sejak Selasa, 25 Agustus 2026.
- Petugas gabungan mengerahkan strategi pemadaman udara dan darat meskipun terkendala medan yang sangat berat.
SuaraRiau.id - Harimau sumatera terancam habitatnya menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berada di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan, Pelalawan.
Karhutla di daerah tersebut kian mengkhawatirkan karena membakar salah satu kantong habitat vital bagi populasi harimau yang tersisa.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono menyatakan hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya satwa yang menjadi korban langsung dari kobaran api.
Kendati demikian, munculnya titik api di dalam kawasan lindung tetap menjadi prioritas penanganan karhutla.
"Sebelumnya, tim Satgas Udara sempat berhasil memadamkan pergerakan api melalui aksi bom air (water bombing) pada akhir pekan lalu," katanya, Selasa (25/8/2026).
Berdasarkan estimasi awal dari pihak BBKSDA Riau, luas area gambut yang hangus terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar lima hektare.
Angka pasti mengenai total luas kerusakan hingga kini masih dalam proses verifikasi mendalam oleh petugas yang dikerahkan ke lokasi kejadian.
"Luasan lahan terbakar di SM Kerumutan diperkirakan 5 hektare, itu lahan gambut," ungkap Supartono.
Angka pasti mengenai total luas kerusakan hingga kini masih dalam proses verifikasi mendalam oleh petugas yang dikerahkan ke lokasi kejadian.
Kebakaran yang melahap lahan gambut tersebut tercatat telah berlangsung selama lebih dari sepekan. Kawasan konservasi ini merupakan tempat tinggal berbagai satwa liar yang dilindungi.
Proses pemadaman menghadapi kendala medan yang sangat berat. Jarak tempuh ekstrem yang mencapai sekitar 32 kilometer dari batas luar kawasan untuk mendekati titik api.
Untuk memaksimalkan upaya penanggulangan, strategi pemadaman kini mengombinasikan pemantauan udara dan aksi darat. Tim udara terus melakukan pemetaan titik panas.
"Sementara personel darat berusaha membuka akses penembusan agar pemadaman langsung di titik api dapat direalisasikan," terangnya.
Karhutla juga terdeteksi di luar benteng SM Kerumutan, berjarak sekitar 12 kilometer dari garis batas kawasan. Pemantauan intensif terus ditingkatkan demi memastikan keselamatan harimau serta seluruh ekosistem di dalamnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Exclusive Healthcare Services Prodia, Keuntungan Khusus Nasabah BRI
-
Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Worry Free
-
Polisi Tangkap 2 Pria, Amankan Minibus Angkut Ribuan Liter Pertalite di Kuansing
-
Kronologi 2 Anggota DPRD Pekanbaru Berantem di Bandara Soetta, Kok Bisa?
-
Sesama Anggota DPRD Pekanbaru Duel di Bandara Soetta, Berujung Dipolisikan