Eko Faizin
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:04 WIB
Ilustrasi penampakan menu program makan bergizi gratis (MBG). [Ist]
Baca 10 detik
  • SPPG Bukit Kemuning di Kabupaten Kampar dikenakan sanksi suspend pada 20 Agustus 2026 akibat kasus dugaan keracunan.
  • Puluhan pelajar dari SDN 008 Rimba Beringin dan SMKN 1 Tapung Hulu mengalami gejala mual hingga muntah pada 19 Agustus 2026.
  • Sampel makanan yang dikonsumsi para korban saat ini sedang menjalani pemeriksaan laboratorium untuk diselidiki penyebab pastinya.

SuaraRiau.id - Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bukit Kemuning, Kabupaten Kampar dihentikan sementara atau dikenakan sanksi suspend setelah puluhan pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga mengalami keracunan.

Penghentian operasional tersebut dilakukan menyusul kejadian yang terjadi pada Rabu (19/8/2026).

Sejumlah siswa dari dua sekolah, yakni SDN 008 Rimba Beringin dan SMKN 1 Tapung Hulu, mengalami gejala mual hingga muntah setelah menyantap makanan yang disalurkan SPPG Bukit Kemuning.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, Syartiwidya, membenarkan pemberian sanksi tersebut.

"SPPG-nya sudah langsung di-suspend per hari kemarin," kata Syartiwidya, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, penghentian sementara dilakukan sebagai langkah penanganan pascakejadian sekaligus untuk memastikan penyebab munculnya gejala pada para penerima manfaat.

Syartiwidya mengatakan, penyebab kejadian tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan.

Sampel makanan yang dibagikan kepada para siswa telah diambil dan sedang menjalani pemeriksaan laboratorium.

"Masih dalam pemeriksaan lab," ujarnya.

Adapun makanan MBG yang dibagikan kepada para pelajar pada saat kejadian terdiri dari nasi putih, ayam sup, tahu goreng, mentimun, dan pisang.

Setelah mengalami gejala mual dan muntah, sejumlah siswa kemudian mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan klinik terdekat.

Bahkan, beberapa korban dilaporkan harus mendapatkan penanganan lebih lanjut hingga dirujuk ke Rumah Sakit Tandun.

Informasi sementara menyebutkan jumlah penerima manfaat yang mengalami gejala diduga keracunan mencapai 71 orang.

Namun, angka tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut oleh pihak terkait.

Kejadian ini menjadi perhatian karena menyangkut keamanan makanan dalam pelaksanaan program MBG yang menyasar ribuan penerima manfaat.

Load More