- Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan menyatakan memperkuat penetrasi bisnis di sektor sawit dan migas Riau pada Jumat (14/8/2026).
- CIMB Niaga mencatatkan laba bersih Rp3,4 triliun dan pertumbuhan kredit 6,6 persen secara tahunan pada semester I 2026.
- Transformasi digital melalui platform OCTO membuat lebih dari 90 persen transaksi perbankan CIMB Niaga dilakukan mandiri oleh nasabah.
SuaraRiau.id - Di tengah tekanan ekonomi nasional dan global, PT Bank CIMB Niaga Tbk melihat potensi pertumbuhan ekonomi di daerah secondary cities termasuk Riau memiliki peluang pertumbuhan yang menarik.
Peluang tersebut mendorong CIMB Niaga memperkuat penetrasi bisnis di Riau dengan menyasar sektor-sektor yang menjadi kekuatan ekonomi daerah, terutama kelapa sawit serta minyak dan gas (migas).
Hal itu disampaikan Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan di Kota Pekanbaru, Jumat (14/8/2026).
Menurit Lani, kondisi tersebut menjadi peluang bagi CIMB Niaga untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas akses layanan finansial.
"Kota-kota tingkat kedua (secondary cities) justru pertumbuhannya masih sangat bagus. Pangsa pasar kami di area ini relatif masih kecil, sehingga ini menjadi peluang besar untuk terus bertumbuh. Kami fokus pada peningkatan kualitas layanan dan kepuasan nasabah," kata Lani.
Menurut Lani, strategi pengembangan bisnis di daerah tidak bisa dilakukan secara seragam. CIMB Niaga akan mengedepankan pemahaman terhadap karakteristik dan potensi ekonomi masing-masing wilayah.
Untuk Riau, perseroan melihat sektor sawit dan migas sebagai dua sektor strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.
Karena itu, penyaluran pembiayaan akan diarahkan dengan mempertimbangkan keahlian sektor dan penerapan manajemen risiko yang kuat.
"Prinsip manajemen risiko kami jelas, kami tidak akan masuk ke area bisnis yang tidak kami kuasai. Di Riau, kami sangat memahami lanskap bisnis sawit dan migas, serta mengenal baik para pelaku usahanya," ujar Lani.
Untuk memperkuat pemahaman terhadap kondisi bisnis di daerah, CIMB Niaga tidak hanya mengandalkan analisis dari pusat. Jajaran manajemen juga melakukan pendekatan langsung kepada pelaku usaha di Riau.
Menurut Lani, pertemuan secara langsung dengan nasabah dan pelaku usaha menjadi penting untuk mengetahui kondisi riil yang dihadapi dunia usaha sekaligus mencari solusi pembiayaan yang tepat.
Strategi direct engagement tersebut dilakukan dengan berdiskusi langsung bersama pelaku usaha lokal, termasuk nasabah utama CIMB Niaga di Pekanbaru.
"Pengusaha membutuhkan mitra perbankan yang benar-benar memahami karakteristik bisnis mereka. Melalui dukungan pembiayaan yang tepat, kami ingin membantu para pengusaha mempertahankan operasionalnya dan meminimalisasi risiko PHK," jelasnya.
Lani menilai, konsumsi domestik yang besar masih menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan, mulai dari tekanan nilai tukar dolar, kondisi lapangan kerja hingga efisiensi anggaran pemerintah daerah.
Menurutnya, sinergi antara perbankan dan dunia usaha diperlukan agar aktivitas bisnis tetap berjalan dan mampu menciptakan lapangan kerja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
KPK Dalami Pemberian dan Pengembalian Uang Pemkab Kuansing untuk Kemenhut
-
Kepala SPPG Dinonaktifkan Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG di Dumai
-
Waspada, 159 Desa dan Kelurahan Berpotensi Rawan Karhutla di Riau
-
Kawasan Hutan 60 Hektare Diduga Punya Anggota DPRD Kampar, Belum Ada Tersangka
-
Diperiksa KPK, Ketua DPRD Kuansing Ngaku Tak Tahu Uang untuk Raja Juli