Eko Faizin
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:37 WIB
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan (tengah) bersama Direktur Network & Digital Banking CIMB Niaga Budiman Tanjung (kanan) dan Head of Region Sumatera CIMB Niaga Irwan (kiri) saat berbagi informasi terkait perkembangan CIMB Niaga kepada awak media di Pekanbaru, Jumat (14/8/2026). [Suarariau.id/Rahmat Zikri]
Baca 10 detik
  • Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan menyatakan memperkuat penetrasi bisnis di sektor sawit dan migas Riau pada Jumat (14/8/2026).
  • CIMB Niaga mencatatkan laba bersih Rp3,4 triliun dan pertumbuhan kredit 6,6 persen secara tahunan pada semester I 2026.
  • Transformasi digital melalui platform OCTO membuat lebih dari 90 persen transaksi perbankan CIMB Niaga dilakukan mandiri oleh nasabah.

Di tengah strategi memperluas bisnis di daerah, CIMB Niaga juga mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026.

Perseroan membukukan laba bersih setelah pajak (Profit After Tax/PAT) sebesar Rp3,4 triliun dengan total aset konsolidasi mencapai Rp382 triliun.

"Kinerja CIMB Niaga di semester pertama tumbuh baik. Aset terkonsolidasi kami mencapai Rp382 triliun, menempatkan CIMB Niaga sebagai bank swasta terbesar kedua di Indonesia dalam kategori KBMI 3," kata Lani.

Dari sisi penyaluran kredit, CIMB Niaga mencatat pertumbuhan 6,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Pertumbuhan terbesar berasal dari segmen korporasi yang tumbuh 13,8 persen.

Sementara segmen commercial banking tumbuh hampir 5 persen dan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tumbuh sekitar 3 persen.

Lani mengatakan, sektor UKM masih menghadapi tantangan cukup berat. Namun, CIMB Niaga tetap menjadikan sektor tersebut sebagai salah satu fokus bisnis.

"Meski kredit nasional di sektor ini cenderung stagnan, bagi kami UKM tetap menjadi fokus utama sehingga mampu tumbuh positif di kisaran 3 persen," ujarnya.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sekitar 3 persen YoY. Kondisi likuiditas juga tetap terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di kisaran 89-90 persen.

Struktur pendanaan CIMB Niaga turut diperkuat rasio Current Account Savings Account (CASA) sebesar 71,7 persen.

Di tengah tekanan margin bunga (net interest margin/NIM) yang terjadi di industri perbankan, CIMB Niaga mengandalkan pertumbuhan pendapatan berbasis komisi untuk menjaga kinerja.

Pendapatan nonbunga, terutama dari bisnis wealth management, penjualan obligasi, bancassurance, serta transaksi valuta asing (FX), mencatat pertumbuhan signifikan. Transaksi FX bahkan tumbuh lebih dari 25 persen YoY.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) CIMB Niaga berada di level 1,8 persen.

Sementara Return on Equity (ROE) tercatat 12,6 persen dan Return on Asset (ROA) sebesar 2,3 persen.

Permodalan perseroan juga tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 23,5 persen.

Load More