- Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan menyatakan memperkuat penetrasi bisnis di sektor sawit dan migas Riau pada Jumat (14/8/2026).
- CIMB Niaga mencatatkan laba bersih Rp3,4 triliun dan pertumbuhan kredit 6,6 persen secara tahunan pada semester I 2026.
- Transformasi digital melalui platform OCTO membuat lebih dari 90 persen transaksi perbankan CIMB Niaga dilakukan mandiri oleh nasabah.
Di tengah strategi memperluas bisnis di daerah, CIMB Niaga juga mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026.
Perseroan membukukan laba bersih setelah pajak (Profit After Tax/PAT) sebesar Rp3,4 triliun dengan total aset konsolidasi mencapai Rp382 triliun.
"Kinerja CIMB Niaga di semester pertama tumbuh baik. Aset terkonsolidasi kami mencapai Rp382 triliun, menempatkan CIMB Niaga sebagai bank swasta terbesar kedua di Indonesia dalam kategori KBMI 3," kata Lani.
Dari sisi penyaluran kredit, CIMB Niaga mencatat pertumbuhan 6,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pertumbuhan terbesar berasal dari segmen korporasi yang tumbuh 13,8 persen.
Sementara segmen commercial banking tumbuh hampir 5 persen dan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tumbuh sekitar 3 persen.
Lani mengatakan, sektor UKM masih menghadapi tantangan cukup berat. Namun, CIMB Niaga tetap menjadikan sektor tersebut sebagai salah satu fokus bisnis.
"Meski kredit nasional di sektor ini cenderung stagnan, bagi kami UKM tetap menjadi fokus utama sehingga mampu tumbuh positif di kisaran 3 persen," ujarnya.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sekitar 3 persen YoY. Kondisi likuiditas juga tetap terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di kisaran 89-90 persen.
Struktur pendanaan CIMB Niaga turut diperkuat rasio Current Account Savings Account (CASA) sebesar 71,7 persen.
Di tengah tekanan margin bunga (net interest margin/NIM) yang terjadi di industri perbankan, CIMB Niaga mengandalkan pertumbuhan pendapatan berbasis komisi untuk menjaga kinerja.
Pendapatan nonbunga, terutama dari bisnis wealth management, penjualan obligasi, bancassurance, serta transaksi valuta asing (FX), mencatat pertumbuhan signifikan. Transaksi FX bahkan tumbuh lebih dari 25 persen YoY.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) CIMB Niaga berada di level 1,8 persen.
Sementara Return on Equity (ROE) tercatat 12,6 persen dan Return on Asset (ROA) sebesar 2,3 persen.
Permodalan perseroan juga tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 23,5 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
47 Warga Meninggal, Ratusan Rumah Rusak Parah Akibat Gempa di NTT
-
Homeless Media, Instrumen Penting Bantu Suarakan Isu Lingkungan Dekat Masyarakat
-
Serentak di 131 Cabang, BRI KKB Expo 2026 Buka Jalan Punya Mobil Impian
-
CIMB Niaga Ungkap Potensi Ekonomi Daerah Sektor Sawit dan Migas di Riau
-
KPK Dalami Pemberian dan Pengembalian Uang Pemkab Kuansing untuk Kemenhut