- BMKG Pekanbaru mendeteksi tiga daerah di Riau terselimuti kabut asap tebal pada 28 September 2026.
- Lonjakan titik panas akibat karhutla di Sumatera mencapai 778 titik dan didominasi wilayah Sumatera Bagian Selatan.
- Kabut asap tersebut memicu penurunan jarak pandang secara signifikan di Pekanbaru, Indragiri Hulu, dan Pelalawan.
SuaraRiau.id - BMKG Pekanbaru mendeteksi tiga daerah di Provinsi Riau mulai kembali diselimuti kabut asap tebal, Senin (28/9/2026) hingga pukul 16.00 WIB.
Fenomena kabut asap ini terjadi seiring pesatnya lonjakan jumlah titik panas (hotspot) diduga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di berbagai wilayah di Pulau Sumatera.
Secara keseluruhan, total titik panas di Sumatera telah menembus angka fantastis, yakni sebanyak 778 titik yang tersebar di delapan provinsi.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S menjelaskan bahwa sebaran hotspot terbesar saat ini didominasi oleh wilayah Sumatera Bagian Selatan.
"Provinsi Sumatera Selatan mencatatkan jumlah terbanyak dengan 424 titik, disusul oleh Jambi sebanyak 148 titik, serta Bangka Belitung dengan 115 titik panas," ujar Dewi, Senin (28/9/2026).
Sementara itu, untuk Riau sendiri, satelit mendeteksi sebanyak 11 titik panas yang terdistribusi di beberapa kabupaten.
Sebaran titik panas tersebut berada di Kuantan Singingi sebanyak 2 titik, Pelalawan 3 titik, Rokan Hulu 1 titik, Siak 2 titik, serta Indragiri Hulu sebanyak 3 titik.
"Kabupaten Indragiri Hulu tercatat menyumbang 3 titik panas," ujar Dewi saat merincikan peta persebaran titik panas di wilayah Riau pada sore hari tersebut.
Meski jumlah hotspot lokal di Riau tergolong jauh lebih sedikit dibandingkan provinsi tetangga, dampak partikel polutan asap mulai dirasakan nyata di wilayah permukaan.
"Tiga daerah utama yang saat ini terkonfirmasi diselimuti kabut asap secara langsung adalah Kota Pekanbaru, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Pelalawan," ucap Dewi.
Dampak dari fenomena kabut asap ini langsung memicu penurunan jarak pandang (visibility) secara signifikan di sejumlah wilayah pada pukul 16.00 WIB.
Di Kota Pekanbaru, jarak pandang tercatat menurun drastis menjadi hanya 4 kilometer akibat tertutup material asap pekat.
"Kondisi serupa dialami oleh daerah Rengat (Indragiri Hulu) dan Kabupaten Pelalawan yang sama-sama mencatatkan jarak pandang berkisar di angka 5 kilometer akibat tumpukan asap," terang Dewi.
BMKG menyarankan masyarakat dan pihak pengelola penerbangan untuk terus memantau pembaruan cuaca guna mengantisipasi risiko penurunan kualitas udara dan gangguan jarak pandang yang lebih parah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat
-
Kembangkan Limbah Sabut Kelapa, Nasabah PNM Nyalakan Masa Depan Anak Putus Sekolah
-
Antrean Solar Masih Mengular, Pemprov Riau Surati Pertamina Minta Tambah Kuota
-
Tak Perlu Bingung Cari Money Changer, BRI Hadir di Berbagai Lokasi Strategis
-
SF Hariyanto Panggil Wabup Kampar Buntut Tegur Guru Viralkan Sekolah Tripleks