Eko Faizin
Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:52 WIB
Penemuan jasad dokter PPDS di semak-semak samping RSUD Tengku Rafian Siak, Selasa (14/7/2026). [Ist]
Baca 10 detik
  • Dokter PPDS Alex Cristo Loris ditemukan meninggal dunia di semak belukar RSUD Tengku Rafian, Siak, pada Selasa (14/7/2026).
  • Ditreskrimum Polda Riau memeriksa empat saksi dan berencana menambah jumlah saksi untuk mengungkap misteri kematian korban tersebut secara profesional.
  • Penyidik masih menunggu hasil autopsi serta pemeriksaan laboratorium forensik untuk menentukan penyebab pasti kematian dokter muda asal Maluku itu.

SuaraRiau.id - Kematian dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi di RSUD Tengku Rafian, Siak, Riau, yang ditemukan di semak belukar pada Selasa (14/7/2026) masih misterius.

Ditreskrimum Polda Riau tengah mengusut kasus tewasnya Alex Cristo Loris (30), dengan memeriksa empat orang saksi untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

Direskrimum Polda Riau, Kombes M Hasyim Risahondua menjelaskan, penyelidikan masih berlangsung dan jumlah saksi yang diperiksa dipastikan akan bertambah.

"Jumlah saksi yang sudah diperiksa ada empat orang. Nanti akan dikembangkan lagi, hari Senin satu saksi lagi diperiksa sehingga menjadi lima orang," ujarnya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Sabtu (18/7/2026).

Selain saksi, penyidik juga masih menunggu hasil autopsi lengkap beserta pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian dokter muda tersebut.

Hasyim menegaskan, penyampaian kesimpulan medis sepenuhnya menjadi kewenangan tim ahli forensik.

"Kami masih menunggu hasil autopsi. Karena ini berbicara masalah medis, yang nanti menyampaikan adalah ahli forensik kesehatan," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, penyidik belum dapat meminta keterangan dari pihak keluarga karena masih dalam suasana berkabung.

"Dari pihak keluarga sampai saat ini masih berduka. Mereka masih menunggu untuk dilakukan pemeriksaan," katanya.

Meski demikian, Polda Riau memastikan proses penyelidikan akan terus berjalan secara profesional dan setiap perkembangan akan disampaikan kepada masyarakat.

"Untuk perkembangan penyelidikan nanti akan kami informasikan," tutup Hasyim.

Sebelumnya, hasil autopsi sementara tim dokter forensik Polda Riau menemukan adanya luka berbentuk titik disertai pembengkakan pada punggung tangan kiri korban, serta memar di bagian kepala yang diduga akibat benturan benda tumpul.

Tim forensik juga menemukan sejumlah luka yang muncul setelah korban meninggal dunia dan diduga merupakan bekas gigitan serangga.

Namun hingga kini, penyebab pasti kematian Alex Cristo Loris belum dapat dipastikan. Untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah, tim forensik masih menunggu hasil pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi terhadap sampel darah, urine, serta organ tubuh korban.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab pasti meninggalnya dokter asal Maluku tersebut.

Load More