- Bid Propam Polda Riau memeriksa sembilan saksi di Rupat Utara pada 21 Juli 2026 terkait dugaan kekerasan oleh oknum polisi.
- Pemeriksaan tersebut menyelidiki dugaan pemukulan, pengeroyokan, dan penembakan yang melibatkan anggota Polsek Rupat Utara pada 24 Juni 2026.
- Koalisi MELAWAN mendesak Propam untuk mengusut tuntas seluruh personel kepolisian yang terlibat dan tidak hanya fokus pada satu orang.
SuaraRiau.id - Bid Propam Polda Riau turun langsung ke Rupat Utara Kabupaten Bengkalis memeriksa 9 saksi yang terdiri dari enam saksi korban dan 3 orang sebagai saksi, pada Selasa (21/7/2026).
Pemeriksaan tersebut dilakukan terkait penanganan dugaan kekerasan terhadap 9 warga Rupat Utara oleh oknum polisi di wilayah itu.
Para saksi dimintai keterangan terkait dugaan keterlibatan sejumlah anggota Polsek Rupat Utara dalam rangkaian pemukulan, pengeroyokan, pengancaman, serta penembakan ke udara pada 24 Juni 2026.
Namun, pemeriksaan yang dipimpin Kompol Budi Setiawan bersama tiga personil Propam Polda Riau itu terjadi penundaan.
Jadwal semula mulai pukul 10.00 WIB, molor menjadi pukul 13.00 WIB atau molor tiga jam dari jadwal dan berakhir sekitar pukul 18.30 WIB.
Para saksi didampingi tim hukum Koalisi Masyarakat Peduli Lawan Kekerasan dan Penyalahgunaan Wewenang atau Koalisi MELAWAN, yang terdiri atas LBH Pekanbaru dan LBH ICMI Wilayah Riau.
Tim hukum yang mendampingi yakni Direktur LBH Pekanbaru Andri Alatas, Sekretris LBH ICMI Wilayah Riau Joki Mardison serta anggota Romsani Siregar.
Andri mengatakan pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap peran setiap personil yang disebut dalam keterangan para korban.
"Keterangan para saksi harus diperiksa secara utuh agar peran setiap personil dapat dipetakan berdasarkan fakta dan bukti. Pemeriksaan tidak boleh berhenti pada satu nama," katanya, Selasa (21/7/2026).
Pemeriksaan oleh Propam berlangsung setelah sepekan sebelumnya tim Ditkrimum Polda Riau melakukan pemeriksaan lapangan atau pra-gelar perkara di dua tempat kejadian perkara.
Pekan sebelumnya, tim Ditkrimum yang dipimpin AKP Rahmad memeriksa Jalan Hasimar II, Tanjung Medang, yang disebut sebagai lokasi awal dugaan pengejaran dan kekerasan, serta Mapolsek Rupat Utara, tempat kekerasan diduga berlanjut.
Dalam pemeriksaan lapangan tersebut, para korban dan saksi menunjukkan posisi kendaraan, lokasi mereka dihentikan, titik dugaan pemukulan, penggunaan senjata api serta rangkaian perpindahan dari lokasi awal menuju kantor polisi.
Joki Mardison dari LBH ICMI Wilayah Riau berharap pemeriksaan Propam dapat memperjelas peran seluruh anggota yang diduga terlibat, bukan hanya berfokus pada Ipda ES, mantan Kanitreskrim Polsek Rupat Utara.
"Keterangan para saksi ini benar-benar ditindaklanjuti dan dikaitkan dengan alat bukti yang ada. Seluruh personil yang disebut harus diperiksa berdasarkan perannya masing-masing agar kasus ini tidak berhenti pada satu orang," ujar Joki.
Sejalan dengan itu Koalisi MELAWAN melayangkan surat resmi meminta Propam Polda Riau menjelaskan status pemeriksaan empat personel lain yang disebut dalam keterangan korban serta menerbitkan SP2HP lanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
Sekolah di Pelalawan Pulangkan Siswa Akibat Kabut Asap Memburuk
-
Kualitas Udara di Siak Sangat Tidak Sehat, Sekolah Masih Diliburkan
-
Kabut Asap, Citilink Berputar-putar Sebelum Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru
-
Lima Titik Api Karhutla Menyala Lagi di Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir