Eko Faizin
Minggu, 19 Juli 2026 | 17:52 WIB
Kecelakaan bus di Tol Pekanbaru-Dumai, Selasa (7/6/2026). [Dok Polda Riau]
Baca 10 detik
  • Kecelakaan di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai menyebabkan 18 orang meninggal dunia sepanjang periode Januari hingga Juli 2026.
  • PT Hutama Karya mencatat peningkatan angka fatalitas kecelakaan dibandingkan tahun 2025 meskipun frekuensi kejadiannya justru menurun.
  • Perusahaan meningkatkan upaya keselamatan melalui edukasi Operasi Mikrosleep serta peluncuran aplikasi Mozy untuk memantau kondisi jalan.

SuaraRiau.id - Sebanyak 18 korban meninggal dunia dalam kecelakaan di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai selama Januari hingga Juli 2026.

PT Hutama Karya menyebut, terdapat kenaikan korban tewas dibandingkan 2025 yakni enam korban tewas, sehingga perlu perhatian khusus untuk menekan jumlah korban jiwa.

Kepala Regional Sumatera Bagian Tengah PT HK, Untung Joko Ristiyono, mengungkapkan, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 35 kejadian kecelakaan dengan enam korban meninggal dunia.

Sementara hingga Juli 2026, jumlah kecelakaan 16 kejadian namun korban meninggal dunia meningkat menjadi 18 orang.

"Ini memang menjadi konsen kami. Jumlah kecelakaan memang menurun, walau pun hitungannya masih Juli tetapi tingkat fatalitasnya justru meningkat," katanya dikutip dari Antara, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan data HK, angka korban meninggal dunia paling banyak terjadi pada Juni 2026 yang mencapai delapan orang.

Sedangkan hingga pertengahan Juli ini sudah tercatat dua korban meninggal dunia.

Melihat kondisi tersebut, Hutama Karya terus memperkuat berbagai program peningkatan keselamatan di jalan tol.

Selain rutin menggelar Operasi Mikrosleep untuk mengedukasi pengendara mengenai bahaya mengemudi dalam kondisi mengantuk.

Selain itu lanjutnya perusahaan juga menghadirkan berbagai inovasi guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Salah satu inovasi terbaru adalah aplikasi Mozy, platform digital yang memungkinkan masyarakat memantau kondisi jalan tol secara real time serta memperoleh berbagai informasi penting sebelum memulai perjalanan.

Melalui aplikasi tersebut, pengguna jalan diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.

Upaya yang dilakukan itu bertujuan agar pesan keselamatan dapat menjangkau langsung para pengguna jalan.

"Kami ingin memberikan kenyamanan dan keselamatan secara maksimal. Karena itu, kami terus berupaya agar edukasi keselamatan benar-benar sampai kepada para pengguna jalan," ujarnya.

Ia mengingatkan para pengendara agar tidak memaksakan diri mengemudi saat kondisi fisik sudah lelah atau mengantuk. Menurutnya, pengemudi merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi tubuhnya sendiri.

Load More