Eko Faizin
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:52 WIB
Penemuan jasad dokter spesialis di semak-semak samping RSUD Tengku Rafian Siak, Selasa (14/7/2026). [Ist]
Baca 10 detik
  • Warga digemparkan penemuan jasad dokter PPDS bernama Alek Cristo Loris di semak-semak samping RSUD Tengku Rafian, Selasa (14/7/2026).
  • Pihak rumah sakit menemukan korban melalui rekaman CCTV setelah yang bersangkutan tidak bisa dihubungi sejak Senin petang sebelumnya.
  • Polisi melakukan olah TKP dan membawa jenazah ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk autopsi karena belum ditemukan tanda kekerasan fisik.

SuaraRiau.id - Penemuan sesosok mayat pria di semak-semak samping RSUD Tengku Rafian Siak menggegerkan warga sekitar, Selasa (14/7/2026).

Plt Direktur RSUD Tengku Rafian Siak, dr Enny Hariyati mengungkapkan bahwa korban baru dua minggu bertugas sebagai dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Dokter Enny, menjelaskan kronologi penemuan jasad dokter bernama Alek Cristo Loris tersebut terbantu berkat rekaman CCTV.

Pihaknya, kata dokter Enny, mendapatkan informasi bahwa dokter Alek tidak bisa dihubungi sejak Senin (13/7/2026) petang.

"Awalnya dokter Alek gak bisa dihubungi sejak semalam, tadi pagi saat koordinasi dengan petugas keamanan dan petugas lainnya kami berusaha melakukan pencarian," terangnya, Selasa (14/7/2026) malam.

"Saat cek CCTV, kami melihat dokter Alek keluar melalui pagar arah keluar RSUD, maka kami coba cari sekeliling. Berkat Allah, kami menemukan jasad dokter Alek di samping pagar di arah semak-semak," tambah Enny.

Plt Direktur RSUD menyebut pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab tewasnya dr Alek. Namun, ia memastikan, tidak ada masalah apapun di internal rumah sakit terhadap dr Alek.

"Tidak tahu penyebab dr Alek meninggal dunia, jenazah masih diautopsi dan dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru," tambah dr Enny.

Lanjut dr Enny, pihaknya dan seluruh petugas di RSUD Tengku Rafian Siak turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya dr Alek.

"Kami sangat berduka yang mendalam, semoga keluarga tabah dengan cobaan ini," tutupnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais menyampaikan, pihaknya bergerak cepat ke lokasi saat mendapatkan laporan dari masyarakat.

"Dapat laporan dari masyarakat kami langsung bergerak cepat ke lokasi, dan melakukan olah TKP," jelasnya.

Dari olah TKP, tidak ada ditemukan barang yang hilang, kemudian juga belum ditemukan tanda tanda kekerasan di tubuh korban.

Namun, kata Kosmos, jasad dokter Alek dibawa ke RS Bhayangkara guna dilakukan autopsi.

"Barang milik korban tidak hilang, seperti handphonenya ada di dalam tas, kemudian kami juga belum temukan adanya tanda kekerasan ditubuh korban. Tapi untuk itu, jenazah kami bawa ke RS Bhayangkara guna dilakukan autopsi," tegas dia.

Load More