- Dua kader PMII Riau diduga mengalami kekerasan di Mapolresta Pekanbaru yang kini sedang dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
- Kasus tersebut melibatkan Bidang Propam Polda Riau untuk mengusut adanya dugaan pelanggaran kode etik dan disiplin anggota Polri.
- Polda Riau juga tengah mengumpulkan bukti terkait dugaan penganiayaan mahasiswa lainnya saat aksi unjuk rasa di Kecamatan Binawidya.
SuaraRiau.id - Kasus dugaan kekerasan terhadap dua kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Riau yang terjadi di Mapolresta Pekanbaru masih berlanjut.
Tak hanya menyangkut dugaan tindak pidana, perkara ini juga menyeret aspek pelanggaran kode etik dan disiplin anggota Polri sehingga melibatkan Bidang Propam.
Direskrimum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua menjelaskan saat ini terdapat dua laporan polisi (LP) yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
"Perkembangan kasus di Polresta Pekanbaru ada dua laporan polisi (LP). Untuk LP memang ada di Polda. Karena kejadiannya di mako Polresta, nanti kami akan berkoordinasi dengan Polresta Pekanbaru," ujarnya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Selasa (14/7/2026).
Menurut Hasyim, berdasarkan informasi yang diterimanya, Polresta Pekanbaru juga telah melakukan penanganan secara internal terhadap dugaan keterlibatan anggotanya.
"Kami dapat informasi dari pihak Polresta sudah ada yang menangani kasus ini. Mungkin dari pihak Polda akan melimpahkan perkara ini ke Propam sana," sebutnya.
Hasyim menjelaskan, keterlibatan Propam Polda diperlukan karena perkara tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran etika dan disiplin anggota kepolisian.
"Karena ini berkaitan dengan etika dan disiplin. Yang terjadi adalah pelayanan tidak maksimal dan menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan," terangnya.
Selain kasus dugaan kekerasan di lingkungan Mapolresta Pekanbaru, Polda Riau juga masih menyelidiki dugaan penganiayaan terhadap mahasiswa saat aksi unjuk rasa di Kecamatan Binawidya.
Hasyim memastikan penyidik masih mengumpulkan alat bukti sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.
"Perkembangan penyelidikan kasus yang ketiga di Kecamatan Binawidya, sampai saat ini penyidik masih mengumpulkan serangkaian bukti-bukti," ujarnya.
Ia menegaskan penyidik akan bekerja secara profesional dan meminta masyarakat bersabar menunggu hasil penyelidikan.
"Perlahan kami tetap bekerja maksimal. Mohon support-nya. Bila sudah cukup bukti akan kami informasikan kepada masyarakat dan rekan-rekan," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung
-
Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat
-
Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla
-
Bisnis Makin Dinamis, BRI Hadirkan Kemudahan Finansial Lewat Qlola Mobile
-
Sambut Sumpah Pemuda, BRI Tebar Promo Spesial untuk Nasabah