- Pimpinan pondok pesantren di Singingi Hilir, Kuansing diduga mencabuli santriwati hingga korban melahirkan seorang bayi.
- Kasus ini terungkap setelah seorang santriwati melahirkan dan mengaku bahwa pelaku adalah oknum pimpinan pesantren tersebut.
- Terdapat dugaan sedikitnya 5 santriwati menjadi korban pelecehan, namun kasus sempat diselesaikan secara kekeluargaan demi menjaga nama baik.
SuaraRiau.id - Kasus dugaan pencabulan melibatkan oknum pimpinan pondok pesantren (ponpes) terjadi di Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuansing.
Pimpinan ponpes tersebut dikabarkan melakukan pencabulan terhadap seorang santriwati hingga korban melahirkan.
Kasus tersebut mulai terbongkar setelah seorang santriwati berusia sekitar 23 tahun dikabarkan melahirkan di kamar pondok pesantren.
Setelah proses persalinan, korban kemudian dibawa ke sebuah klinik karena masih memerlukan penanganan medis akibat plasenta yang belum keluar.
"Kabar santri melahirkan anak oknum pimpinan ponpes itu membuat kami geram dan ingin mengusut masalah ini agar tidak ada korban lainnya," ujar warga sekitar, yang enggan disebutkan namanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Riauonline--jaringan Suara.com, awalnya sekelompok pemuda mendatangi rumah perempuan yang diduga menjadi korban kekerasan seksual.
Kedatangan itu dipicu kabar bahwa sedikitnya 5 santriwati diduga menjadi korban tindakan asusila yang dilakukan oknum pimpinan ponpes berinisial I.
Satu di antara korban bahkan diduga telah mengalami pelecehan seksual sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Namun, dugaan itu tidak pernah dilaporkan kepada aparat penegak hukum sehingga hanya menjadi pembicaraan tertutup di lingkungan masyarakat.
Korban disebut enggan mengungkap identitas ayah dari bayi yang dilahirkannya. Namun setelah didesak, ia diduga mengaku bahwa ayah bayi tersebut adalah oknum pimpinan pondok pesantren.
Pengakuan itu kemudian memunculkan dugaan bahwa tindakan pencabulan telah berlangsung selama beberapa tahun.
Meski demikian, berdasarkan informasi yang diperoleh, persoalan tersebut diduga sempat diselesaikan secara kekeluargaan sehingga tidak berlanjut ke proses hukum.
Keluarga para korban disebut memilih jalan damai karena merasa segan dan takut terhadap pengaruh terduga pelaku yang dikenal sebagai tokoh agama di wilayah tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan kasus tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Singingi Hilir, Iptu Alfredo, belum bersedia memberikan keterangan karena sedang mengikuti kegiatan di salah satu desa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Terkini
-
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Terbakar 3.378 Hektare
-
Karhutla Masih Membara di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Meranti
-
Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari
-
Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit
-
Malam Ini, Kualitas Udara di Pekanbaru Sangat Tidak Sehat