- PNM memberdayakan 23,3 juta perempuan pengusaha ultra mikro di Indonesia melalui penyediaan akses permodalan dan program pendampingan usaha.
- Penelitian INDEKSTAT 2025 menunjukkan pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat sebesar Rp875.738 per bulan secara konsisten.
- Program ini meningkatkan konsumsi rumah tangga sebesar Rp7,13 triliun serta mendorong 2,35 juta nasabah naik kelas ke layanan keuangan formal.
SuaraRiau.id - Sebagai lembaga pemberdayaan perempuan terbesar di dunia, PNM terus memperkuat perannya dalam membuka akses permodalan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pengusaha ultramikro.
Melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), pemberdayaan yang dilakukan PNM tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha.
Tetapi juga memberi dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan, kemampuan pengelolaan usaha, konsumsi rumah tangga, serta akses nasabah menuju layanan keuangan formal yang lebih tinggi.
Hingga saat ini, PNM telah melayani 23,3 juta nasabah dari kelompok subsisten yang sebelumnya sulit mendapat akses keuangan.
Penelitian INDEKSTAT (2025) menunjukkan bahwa pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar naik sebesar Rp875.738 per bulan.
Sedangkan indeks kemampuan pengembangan usaha naik sebesar 28,73 persen, dari kategori rendah menjadi kategori sedang.
Penelitian LPEM juga menyebutkan, implikasi ekonomi ini pun membawa dampak peningkatan konsumsi rumah tangga sebesar Rp7,13 triliun hingga tahun 2025 dan 2,35 juta nasabah yang berhasil naik kelas ke keuangan formal yang lebih tinggi.
Program PNM Mekaar terus memberikan dampak langsung bagi jutaan wanita pengusaha ultramikro di Indonesia.
Kehadirannya bukan hanya membuka akses modal, tetapi juga membangun rasa percaya diri bagi nasabah untuk terus mengembangkan usaha dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Direktur Utama PNM, Kindaris mengungkapkan efektivitas pengaruh yang dialami oleh nasabah merupakan hasil dari pendekatan pemberdayaan yang dilaksanakan secara konsisten dan menyeluruh.
Program pemberdayaan inilah yang juga menjadi pembeda PNM dengan lembaga pembiayaan lainnya.
"PNM membantu bukan saja dalam hal pembiayaan usaha, tapi juga mendampingi nasabah dalam bentuk pelatihan, literasi keuangan, literasi usaha, dan capacity building," ujar Kindaris.
"Kita ingin memastikan bahwa setiap nasabah mendapatkan kesempatan untuk berkembang, mencapai kemakmuran keluarga, dan akhirnya mampu naik kelas. Hal inilah yang kami sebut sebagai memberikan modal finansial, sosial, dan intelektual," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Kasus Abdul Wahid, KPK Periksa Sekda Riau dan Bupati Indragiri Hulu
-
Bupati Kuansing Minta Land Cruiser Baru, Padahal Sudah Punya Dua Seri Lawas
-
2,35 Juta Nasabah PNM Mekaar Naik Kelas, Bukti Nyata Manfaat Pembiayaan dan Pemberdayaan
-
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultramikro: Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
-
Deretan Ruangan di Kantor Bupati Kuansing yang Disegel KPK