Eko Faizin
Kamis, 11 Juni 2026 | 16:28 WIB
Ratusan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Riau tuntut kinerja Presiden Prabowo, Kamis (11/6/2026) siang. [Suara.com/Rahmat Zikri]
Baca 10 detik
  • Ratusan mahasiswa Universitas Islam Riau berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Riau pada Kamis, 11 Juni 2026 siang.
  • Massa mengevaluasi 600 hari kinerja pemerintah terkait efektivitas program MBG dan permasalahan ekonomi nasional yang memburuk.
  • Mahasiswa mendesak pemerintah mengambil langkah konkret atas kenaikan harga kebutuhan pokok serta menuntut Presiden mundur jika tidak kompeten.

SuaraRiau.id - Ratusan mahasiswa dari Universitas Islam Riau (UIR) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (11/6/2026) siang.

Aksi mahasiswa yang dimulai sekitar pukul 12.30 WIB ini disebut sebagai wadah untuk menyuarakan berbagai aspirasi masyarakat kepada para wakil rakyat di daerah tersebut.

Unjuk rasa itu terkait evaluasi 600 hari kinerja Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang merupakan Presiden dan Wakil Presiden RI.

Pantauan Suara.com, dengan membawa spanduk dan karton berisi tuntutan, massa secara bergantian menyampaikan orasi di depan gerbang DPRD Riau.

Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah pusat yang dinilai tidak tepat sasaran.

Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas era kepemimpinan Prabowo-Gibran.

Mahasiswa menilai program tersebut belum berjalan efektif dan bahkan berpotensi menjadi celah praktik korupsi.

Selain itu, mereka juga mempertanyakan keberlanjutan program Koperasi Merah Putih yang dinilai mangkrak dan bermasalah di sejumlah daerah.

Tak hanya kebijakan sosial, mahasiswa juga mengkritisi kondisi ekonomi nasional, khususnya melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat.

Mereka menyinggung janji Menteri Keuangan yang sebelumnya menyebut nilai Dollar akan menurun pada awal Juni, namun hingga kini Rupiah justru terus melemah.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok turut menjadi perhatian dalam aksi tersebut. Mahasiswa menilai kondisi ini semakin membebani masyarakat.

Atas berbagai persoalan tersebut, massa aksi mendesak Presiden dan Wakil Presiden untuk segera mengambil langkah konkret.

Bahkan, dalam orasinya, salah satu mahasiswa secara tegas meminta Presiden untuk mundur apabila dinilai tidak mampu memahami kebutuhan rakyat.

"Jika Pak Prabowo tidak paham dengan kebutuhan rakyatnya, lebih baik silakan mundur dari jabatannya," tegas Korlap Muhammad Fajri.

Aksi sempat memanas ketika massa mencoba masuk ke dalam gedung DPRD Riau. Dorong-dorongan antara mahasiswa dan aparat kepolisian pun tak terhindarkan.

Load More