- Pengadilan Pekanbaru menggelar sidang kasus korupsi Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid pada Rabu (10/6/2026).
- Tenaga ahli Dani M Nursalam hadir sebagai saksi mahkota untuk mengungkap aliran dana dan mekanisme fee proyek.
- Dani mengungkap perannya dalam dinamika pengelolaan anggaran di lingkungan Pemprov Riau tersebut.
SuaraRiau.id - Persidangan perkara dugaan korupsi yang menjerat sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Riau, termasuk Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid kembali berlanjut, Rabu (10/6/2026).
Seperti biasa, sidang digelar di Ruang Sidang Marjono, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.
Pantauan Suara.com, sidang kali ini menghadirkan momen penting dalam proses pembuktian dengan dipanggilnya tenaga ahli Gubernur Abdul Wahid, Dani M Nursalam, sebagai saksi mahkota.
Dalam persidangan ini, Dani diperiksa secara khusus untuk memberikan keterangan terhadap terdakwa mantan Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Muhammad Arif Setiawan.
Sementara itu, terdakwa lainnya, Abdul Wahid, tidak terlihat hadir di persidangan. Sebelumnya, Dani M Nursalam juga telah menjadi saksi mahkota dalam perkara yang menjerat Abdul Wahid.
Kesaksian Dani dinilai krusial untuk mengungkap lebih jauh konstruksi perkara yang tengah disidangkan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai keterangan saksi mahkota berpotensi membuka secara terang mekanisme dugaan pengumpulan fee proyek, aliran dana, hingga keterkaitan antar pihak yang terlibat.
Dalam kesaksiannya, Dani menyebut bahwa dirinya memiliki peran penting dan mengetahui secara langsung dinamika yang terjadi, termasuk relasi antar terdakwa dalam pengelolaan anggaran di lingkungan Pemprov Riau.
"Semua yang saya lakukan sesuai dengan arahan pimpinan, kecuali terkait uang Rp50 juta," ujarnya.
Ia juga mengungkap bahwa keputusannya menjadi saksi mahkota merupakan hasil perenungan setelah menjalani pemeriksaan di KPK.
"Saya mengaku salah. Setelah merenung dan berdiskusi dengan penasihat hukum, saya memutuskan menjadi saksi mahkota," katanya.
Dani juga mengaku pernah menyarankan kepada Abdul Wahid untuk mengundurkan diri setelah muncul dugaan aliran dana sebesar Rp1 miliar.
"Setelah adanya uang Rp1 miliar, saya pernah menyampaikan kepada Abdul Wahid untuk mengundurkan diri. Namun saat itu Abdul Wahid hanya diam saja," ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, persidangan masih terus berlanjut.
Kontributor : Rahmat Zikri
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru
-
Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung
-
Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat
-
Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla
-
Bisnis Makin Dinamis, BRI Hadirkan Kemudahan Finansial Lewat Qlola Mobile