- Polres Pelalawan menangkap dua terduga pelaku begal sadis di Pandeglang, Banten, pada Rabu (10/6/2026).
- Peristiwa begal di kebun sawit Pelalawan akhir Mei lalu mengakibatkan satu pemuda bernama Julfan tewas mengenaskan.
- Pelaku berhasil diringkus setelah sempat melarikan diri ke luar Pulau Jawa usai merampas sepeda motor korban.
SuaraRiau.id - Aksi begal sadis yang menewaskan seorang pemuda di Pelalawan pada penghujung bulan Mei 2026 lalu akhirnya menemui titik terang.
Dua pria yang diduga sebagai pelaku pembegalan kakak beradik tersebut berhasil ditangkap Polres Pelalawan setelah sempat buron hingga keluar Pulau Jawa, di Pandeglang, Provinsi Banten.
Polisi menghadiahi timah panas di bagian kaki karena keduanya mencoba melawan saat proses pengembangan kasus.
"Benar, kedua pelaku ditangkap di wilayah Pandeglang Banten," kata Kasatreskrim Polres Pelalawan, AKP Bayu Ramadhan Effendi saat dikonfirmasi Suara.com, Rabu (10/6/2026).
Meski demikian, AKP Bayu belum merinci terkait identitas pelaku maupun kronologi penangkapan.
Sebelumnya, kasus begal maut ini menggemparkan masyarakat Pelalawan. Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di areal perkebunan kelapa sawit milik warga di Desa Pangkalan Panduk, Kecamatan Kerumutan.
Korban diketahui bernama Julfan Setia Hulu (21), yang tewas akibat luka berat setelah dianiaya secara brutal. Sementara adiknya, Jelvon Hulu (15), berhasil selamat meski mengalami luka lebam.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara menjelaskan, sebelum kejadian, kedua korban baru saja selesai memanen kelapa sawit dan hendak pulang menggunakan sepeda motor Honda Revo.
Di tengah perjalanan, mereka dihampiri seorang pria tak dikenal yang meminta bantuan untuk menarik sepeda motornya yang diklaim rusak di dalam kebun. Meski sempat menolak, korban akhirnya luluh setelah pelaku menjanjikan imbalan.
Tanpa rasa curiga, kakak beradik tersebut mengikuti pelaku masuk ke dalam areal kebun sawit. Namun setibanya di lokasi, mereka tidak menemukan sepeda motor yang dimaksud.
Kecurigaan mulai muncul ketika Jelvon melihat seorang pria lain duduk di bawah pohon sawit sambil memegang senjata tajam. Menyadari adanya ancaman, keduanya mencoba melarikan diri, namun upaya itu gagal.
Para pelaku langsung menyerang. Jelvon dipukuli hingga terluka, kemudian diikat menggunakan lakban. Dalam kondisi terikat, ia mendengar jeritan kakaknya yang diduga disiksa secara keji oleh para pelaku.
Setelah situasi sepi, Jelvon berhasil melepaskan diri dan mencari keberadaan sang kakak. Ia menemukan Julfan tergeletak di tanah dengan kondisi mengenaskan dengan tangan dan kaki terikat, serta luka parah di bagian kepala.
Dalam kondisi kritis, korban sempat meminta adiknya mencari pertolongan. Namun saat Jelvon kembali dengan bantuan warga, nyawa Julfan tidak dapat diselamatkan.
Tak hanya menganiaya korban, para pelaku juga membawa kabur sepeda motor milik korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera
-
Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru
-
Pekanbaru Berawan Tebal, Padang Diprediksi Hujan Ringan
-
Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis