- Dua tersangka penyerangan terhadap sejumlah karyawan PT SBP Inhu ditangkap.
- Keduanya diamankan di tempat yang berbeda, salah satunya sempat melarikan diri.
- Polres Indragiri Hulu kini tengah mengejar pelaku penganiayaan dan penembakan lain.
SuaraRiau.id - Dua tersangka kasus penyerangan dan penembakan karyawan PT Sinar Belilas Perkasa (SBP) berhasil dibekuk jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu).
Terduga pelaku MJ alias Juni diamankan di wilayah Inhu, Kamis (4/6/2026) malam. Sementara KZ alias Nanang ditangkap saat kabur ke rumah orangtuanya di Indragiri Hilir, Jumat (5/6/ 2026) dini hari.
Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Ariandy Putra melalui Kasi Humas Polres Aiptu Misran menyatakan para tersangka diamankan Tim Opsnal Jatanras yang dipimpin KBO Satreskrim Ipda Riki Rahmadi.
"Saat diinterogasi, tersangka mengakui keterlibatannya dalam tindak pidana penganiayaan tersebut," jelas Misran, Jumat (5/6/2026).
Kedua tersangka dibawa ke Mapolres Indragiri Hulu guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Misran menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polres Inhu dalam menjaga keamanan dan menindak tegas setiap tindakan kekerasan.
"Kami mengimbau kepada pihak-pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut agar segera menyerahkan diri dan kooperatif terhadap proses penyidikan yang sedang berjalan," jelasnya.
Lebih lanjut, polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan.
"Polres Inhu akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang telah teridentifikasi," tegasnya.
Berbagai barang bukti telah diamankan, termasuk proyektil peluru senapan angin dan rekaman video yang memperlihatkan jalannya peristiwa.
Diketahui, peristiwa penembakan dan penganiayaan sejumlah karyawan PT SBS terjadi di Desa Sungai Raya, Kecamatan Rengat, Indragiri Hulu pada Senin (1/6/2026).
Berdasarkan laporan yang diterima polisi, saat itu sejumlah petugas pengamanan perusahaan tengah melakukan pengamanan aktivitas pengerjaan lahan.
Namun situasi berubah ketika sekelompok massa yang berjumlah sekitar 100 orang datang melakukan penghadangan dan berupaya menghentikan aktivitas perusahaan.
Kericuhan pun tidak dapat dihindari. Kelompok tersebut diduga melakukan penyerangan dengan menggunakan berbagai alat, termasuk senjata tajam dan senapan angin.
Akibat kejadian tersebut beberapa pekerja mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
PNM Gerakkan Pemberdayaan Berkelanjutan, 27.000 Pohon Ditanam untuk Masyarakat
-
Dua Tersangka Penyerangan Pekerja di Inhu Dibekuk, Pelaku Lain Masih Pengejaran
-
Tersangka Pencabulan Anak hingga Hamil di Kuansing Cuma Dituntut 2 Tahun
-
Kronologi Mahasiswa Unri Tewas Tenggelam di Waduk Kampus saat Cari Ikan
-
SF Hariyanto Klarifikasi Isu Duit Rp300 Juta untuk Rumah Dinas Kapolda