Eko Faizin
Senin, 01 Juni 2026 | 14:49 WIB
Ilustrasi Manggala Agni memadamkan karhutla. [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/bar]
Baca 10 detik
  • Karhutla masih terjadi di wilayah Sokoi, Kabupaten Pelalawan.
  • Hingga Senin (1/6/2026) pagi, petugas masih berusaha memadamkan.
  • Kawasan tersebut didominasi vegetasi kering di atas lahan gambut.

SuaraRiau.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membara di wilayah Sokoi, Kabupaten Pelalawan. Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatera terus memadamkannya.

Kondisi lapangan mengharuskan Manggala Agni bekerja lebih awal karena cuaca pagi relatif lebih mendukung proses pemadaman dibandingkan siang hari.

"Di wilayah Sokoi, dua tim Daops Rengat sudah mulai beroperasi sebelum pukul 08.00 WIB. Kondisi pagi ini asap masih terlihat sehingga membutuhkan gerakan cepat sebelum siang agar lebih mudah dikendalikan. Kami memanfaatkan waktu pagi untuk menekan perkembangan api sebelum cuaca menjadi lebih ekstrem," kata Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, Senin (1/6/2026).

Hingga Senin (1/6/2026) pagi, dua tim Manggala Agni Daops Rengat masih melaksanakan operasi pemadaman di kawasan yang didominasi semak belukar dan vegetasi kering di atas lahan gambut.

Kondisi vegetasi yang kering serta angin kencang yang kerap berubah arah menjadi tantangan utama dalam upaya pengendalian api di lokasi tersebut.

Ferdian menjelaskan, asap masih terlihat keluar dari sejumlah titik sehingga personel bergerak cepat sejak pagi hari untuk mencegah api berkembang lebih luas saat suhu udara meningkat.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi personel adalah melimpahnya bahan bakaran alami berupa semak dan vegetasi kering yang sangat mudah terbakar.

"Bahan bakaran di lokasi cukup melimpah dan mudah terbakar. Selain itu, saat siang hari angin sering bertiup kencang dan berubah arah atau berputar sehingga harus selalu diwaspadai. Kondisi ini membuat strategi pemadaman harus terus menyesuaikan perkembangan di lapangan," kata Ferdian.

Kondisi tersebut diperparah dengan karakteristik angin di lokasi yang sering berubah arah dan berputar sehingga berpotensi mempercepat penyebaran api.

Sementara itu, di wilayah Kandis, Kabupaten Siak, tim Manggala Agni Daops Pekanbaru melaksanakan tahap mopping up atau pendinginan lanjutan.

Berdasarkan hasil pemantauan udara, kondisi kebakaran menunjukkan perkembangan yang signifikan ke arah pengendalian, namun penyapuan akhir tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.

"Untuk Kandis, progres pengendalian terlihat cukup baik dari hasil pemantauan udara. Namun tim tetap melakukan penyapuan dan pendinginan menyeluruh untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran kembali," sebut Ferdian.

Di lokasi lainnya, yakni Rantau Bais Rokan Hilir, Manggala Agni menambah dengan mengerahkan satu tim dari Daops Dumai guna memperkuat personel yang telah lebih dahulu bekerja di lapangan.

Load More