Eko Faizin
Senin, 25 Mei 2026 | 20:29 WIB
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto. [Dok Mediacenter Riau]
Baca 10 detik
  • Thomas Larfo Dimeira resmi diganti dari jabatan Plt Kepala Dinas PUPR Riau.
  • Pergeseran tersebut terjadi setelah Thomas menjadi saksi di sidang Abdul Wahid.
  • Namun, SF Hariyanto mengatakan pergantian itu merupakan bentuk penyegaran.

SuaraRiau.id - Plt Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto resmi mengganti Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, Thomas Larfo Dimeira.

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai pejabat baru petinggi di lingkungan Dinas PUPR Riau. Zulfahmi merupakan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdaprov Riau.

Plt Gubri membenarkan bahwa proses penunjukan Zulfahmi guna mengisi nakhoda Dinas PUPR Riau telah rampung dilakukan.

"Iya. Sudah ditunjuk Kepala Biro PBJ Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP," katanya saat ditanya awak media terkait pergantian posisi strategis tersebut, Senin (25/5/2026).

Namun pergeseran itu terjadi setelah Thomas Larfo Dimeira menjadi saksi di sidang dugaan pemerasan yang menyeret Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid dan eks Kepala Dinas PUPR Riau Arief Setiawan.

Dalam kesaksian persidangan tersebut, Thomas mengaku diperintahkan langsung SF Hariyanto untuk meminta uang kepada Arief Setiawan untuk perbaikan rumah dinas Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan.

Thomas menjelaskan, awal mula menghubungi Arief Setiawan karena mendapat perintah langsung dari SF Hariyanto yang menjabat Wakil Gubernur Riau untuk membantu memperbaiki rumah dinas Kapolda.

Namun, Thomas mengaku tidak mengetahui secara pasti kelanjutan penggunaan uang itu. Belakangan, diketahui uang Rp300 juta itu ternyata tidak digunakan dan dikembalikan ke KPK.

Sementara kekinian, SF Hariyanto menyebut langkah pergantian ini diambil sebagai bentuk penyegaran organisasi di lingkungan Pemprov Riau.

"Bentuk penyegaran saja agar kinerja bisa lebih maksimal lagi," ujarnya.

SF Hariyanto menekankan bahwa pergantian ini sangat krusial mengingat Dinas PUPR-PKPP Riau memiliki tanggung jawab besar yang sedang berjalan.

Saat ini, Pemprov Riau tengah gencar menggesa perbaikan infrastruktur jalan di seluruh wilayah Provinsi Riau demi memastikan akses transportasi publik tetap terjaga.

"Kita ingin bergerak cepat memperbaiki infrastruktur jalan yang menjadi akses vital masyarakat," terang SF Hariyanto.

Posisi jabatan definitif Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau diketahui mengalami kekosongan yang cukup lama setelah tersandung masalah hukum.

Diketahui, pejabat definitif sebelumnya, Muhammad Arief Setiawan dinonaktifkan usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada awal November 2025 lalu.

Load More