Eko Faizin
Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:14 WIB
Warga bakar rumah terduga bandar narkoba di Rokan Hilir. [Ist]
Baca 10 detik
  • Protes warga terhadap peredaran narkoba di Rokan Hilir terjadi, Jumat (8/5/2026).
  • Aksi ini kembali dilakukan setelah polisi menggerebek rumah terduga bandar narkoba.
  • Massa yang kesal lantas membakar rumah milik diduga bos narkoba yang ditangkap.

Namun setelah petugas meninggalkan lokasi, situasi berubah. Massa yang masih berkumpul diduga terprovokasi hingga akhirnya melakukan tindakan pembakaran terhadap lokasi penggerebekan.

Kabid Humas Polda Riau Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pihaknya memahami besarnya keresahan masyarakat terhadap peredaran narkoba di lingkungan mereka.

"Kami melihat ada harapan dan dukungan masyarakat agar lingkungan mereka bersih dari narkoba. Itu yang ditangkap oleh anggota di lapangan saat penggerebekan berlangsung," ujar Pandra.

Menurutnya, situasi yang terjadi setelah pengungkapan lebih merupakan luapan emosi masyarakat terhadap dugaan aktivitas narkotika yang selama ini dianggap meresahkan.

Meski demikian, Polda Riau berharap dukungan masyarakat kepada kepolisian dapat diwujudkan dengan cara-cara yang baik, tertib, dan tetap menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

"Semangatnya sama, yaitu ingin menyelamatkan lingkungan dan generasi muda dari bahaya narkoba," katanya.

Kabid Humas juga menegaskan bahwa peristiwa di Rantau Kopar berbeda dengan kejadian yang sebelumnya terjadi di Panipahan.

"Di sini masyarakat sejak awal mendukung langkah kepolisian. Karena itu kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga suasana tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh provokasi," tegas Pandra.

Load More