Eko Faizin
Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:32 WIB
Aksi protes warga terkait peredaran narkoba di Rokan Hilir. [Ist]
Baca 10 detik
  • Aksi massa memprotes peredaran narkoba kembali terjadi di Rokan Hilir.
  • Kali ini warga membakar lokasi penggerebekan polisi terkait kasus narkoba.
  • Saat penggerebekan, masyarakat memberikan dukungan kepada kepolisian.

SuaraRiau.id - Aksi protes warga terkait peredaran narkoba di Rokan Hilir kembali terjadi, tepatnya di Jalan Rambutan, Kecamatan Rantau Kopar pada Jumat (8/5/2026).

Massa membakar lokasi penggerebekan narkoba setelah Ditresnarkoba Polda Riau tekait dugaan peredaran sabu di kawasan tersebut. Pembakaran terjadi setelah petugas meninggalkan lokasi.

Sebelumnya, polisi mengamankan seorang pria berinisial RP dari sebuah gudang yang diduga menjadi tempat aktivitas narkotika.

Diresnarkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira menjelaskan, terbongkarnya kasus itu berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan dugaan maraknya peredaran sabu di kawasan tersebut.

"Dari hasil pendalaman, tim kemudian bergerak melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku di sebuah gudang yang dilengkapi CCTV di sejumlah sudut lokasi," ujarnya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com.

Kombes Putu mengungkapkan, saat penggerebekan berlangsung masyarakat justru memberikan dukungan kepada aparat kepolisian.

"Ketika penggerebekan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, masyarakat mendukung penuh langkah petugas. Mereka senang lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas peredaran narkotika itu ditindak," jelasnya.

Saat penggeledahan yang disaksikan ketua RT, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa plastik besar bekas, alat hisap sabu atau bong, serta uang tunai yang diduga hasil transaksi narkotika.

Namun setelah petugas meninggalkan lokasi, situasi berubah. Massa yang masih berkumpul diduga terprovokasi hingga akhirnya melakukan tindakan pembakaran terhadap lokasi penggerebekan.

Kabid Humas Polda Riau Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pihaknya memahami besarnya keresahan masyarakat terhadap peredaran narkoba di lingkungan mereka.

"Kami melihat ada harapan dan dukungan masyarakat agar lingkungan mereka bersih dari narkoba. Itu yang ditangkap oleh anggota di lapangan saat penggerebekan berlangsung," ujar Pandra.

Menurutnya, situasi yang terjadi setelah pengungkapan lebih merupakan luapan emosi masyarakat terhadap dugaan aktivitas narkotika yang selama ini dianggap meresahkan.

Meski demikian, Polda Riau berharap dukungan masyarakat kepada kepolisian dapat diwujudkan dengan cara-cara yang baik, tertib, dan tetap menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

"Semangatnya sama, yaitu ingin menyelamatkan lingkungan dan generasi muda dari bahaya narkoba," katanya.

Kabid Humas juga menegaskan bahwa peristiwa di Rantau Kopar berbeda dengan kejadian yang sebelumnya terjadi di Panipahan.

Load More