- Mantan menantu diduga terlibat dalam pembunuhan wanita lansia di Pekanbaru.
- Tak hanya menghabisi nyawa korban, para pelaku membawa kabur barang berharga.
- Ternyata, rumah korban sempat mengalami percobaan pembobolan awal April 2026.
SuaraRiau.id - Memasuki hari ketiga pascakejadian, polisi masih memburu pelaku perampokan disertai pembunuhan yang menewaskan seorang wanita lanjut usia di Pekanbaru bernama Dumaris (60).
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengungkap fakta baru usai polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kembali di rumah korban, Jumat (1/5/2026).
"Salah satu yang diduga terlibat adalah (mantan) menantu korban berinisial AF usia 21 tahun yang merupakan istri dari anak pertama korban berinisial A yang juga sudah mempunyai 2 anak," kata Kombes Pandra.
Lebih lanjut, Pandra menjelaskan saat peristiwa terjadi pada 29 April 2026, korban berada seorang diri di rumah.
Pelaku diduga menggasak sejumlah barang berharga milik korban, seperti cincin pernikahan, uang tunai 400 dolar Singapura, serta satu unit telepon genggam.
"Korban saat itu sendirian. Sejumlah barang berharga seperti perhiasan, uang asing, dan handphone turut hilang," jelasnya.
Peristiwa tragis ini bermula ketika suami korban, Salmon Meha, sempat mengajak korban keluar rumah sekitar pukul 08.00 WIB untuk mengurus administrasi kendaraan. Namun korban memilih tetap tinggal.
Sekitar pukul 11.00 WIB, ia kembali ke rumah dan mendapati istrinya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Kasus tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Rumbai dan ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polresta Pekanbaru bersama Ditreskrimum Polda Riau.
Penanganan perkara ini pun mendapat perhatian serius dari Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dengan mengerahkan tim gabungan.
Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi. Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di rumah korban sejak 9 April 2026 menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengungkap pelaku.
"Ada beberapa indikasi yang mengarah kepada seseorang, namun kami masih membutuhkan alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka," ujar Pandra.
Ia menambahkan, dugaan sementara mengarah pada pelaku yang memiliki hubungan dekat dengan korban, termasuk kemungkinan keterlibatan anggota keluarga.
Fakta baru lainnya, rumah korban juga sempat mengalami percobaan pembobolan pada awal April 2026.
Kejadian itu membuat pihak keluarga memasang CCTV, yang kini menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
- Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Dua Pekan, Penderita ISPA di Riau Tembus Belasan Ribu Dampak Kabut Asap
-
Kabupaten-Kota di Riau Diminta Sesuaikan Pembelajaran Imbas Kabut Asap
-
Remaja 14 Tahun di Bengkalis Bacok Tukang Ojek Gegara Ongkos
-
Sejumlah Taman Kota di Pekanbaru Ditutup Imbas Kabut Asap Karhutla
-
Kabut Asap, Sekolah di Rokan Hulu Kembali Perpanjang Belajar dari Rumah