- Cerita keberhasilan datang dari seorang yang menjadi bagian keluarga PNM Mekaar.
- Wanita bernama Siti Patimah Azzahra memulainya dari titik terendah hingga bisa umroh.
- Siti bergabung dengan PNM hingga terpilih menjadi salah satu Best Employee.
SuaraRiau.id - Bagi Siti Patimah Azzahra, hidup sejak awal adalah tentang perjuangan. Lahir dari keluarga sederhana, ia tumbuh dengan pemahaman bahwa tidak semua hal bisa didapatkan dengan mudah.
Namun justru dari keterbatasan itulah, ia belajar satu hal penting yang kini menjadi pegangan hidupnya Hidup tidak ada yang sempurna, belajarlah bersyukur.
Perjalanan hidupnya tidak selalu berjalan mulus. Saat menempuh pendidikan, Siti sempat berada di titik terendah.
Ia harus bertahan dengan kondisi finansial yang terbatas, menyelesaikan skripsi yang tak kunjung rampung, dan menghadapi tekanan hidup seorang diri.
Situasi semakin sulit ketika ancaman mutasi pekerjaan ke lokasi yang jauh dari kampus menghampiri sebuah kondisi yang nyaris menggagalkan mimpinya untuk lulus tepat waktu.
Namun, di tengah situasi tersebut, harapan datang di waktu yang paling dibutuhkan. Pada April 2017, Siti resmi bergabung dengan Permodalan Nasional Madani (PNM).
Kesempatan itu menjadi titik balik dalam hidupnya.
Ia mendapatkan pekerjaan yang lokasinya dekat dengan kampus dan tempat tinggalnya, sebuah kemudahan yang ia yakini sebagai jawaban atas doa yang tak pernah putus dipanjatkan.
Dengan penuh rasa syukur, Siti akhirnya mampu menyelesaikan kuliahnya dan wisuda tepat waktu. Tak berhenti di sana, kerja kerasnya langsung berbuah manis.
Di tahun yang sama, ia terpilih sebagai salah satu Best Employee. Dari ribuan karyawan, hanya sekitar 60 orang yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan penghargaan ke Jakarta.
Perjalanan itu menjadi sangat bermakna bagi Siti. Itu adalah kali keduanya menginjakkan kaki di Jakarta.
Pertama kali, ia datang saat masih kecil bersama sang ayah. Kini, ia kembali dengan cerita yang berbeda, sebagai sosok yang berhasil menjemput prestasinya sendiri.
Bagi Siti, perjalanan tersebut bukan sekadar hadiah, melainkan simbol bahwa masa lalu tidak membatasi masa depan.
Tahun 2018 menjadi babak yang lebih besar dalam hidupnya. PNM memberinya reward berupa kesempatan menunaikan ibadah umroh untuk pertama kalinya.
Di saat yang sama, ia juga dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai Manager Regional Mekaar (MRM).
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
BRImo Kian Moncer, 49,7 Juta Pengguna dengan Transaksi Rp4.166 Triliun
-
Mengenal Tengku Mansyur Chalid, Pejuang Daerah asal Siak
-
Puluhan Siswa SD di Dumai Diduga Keracunan MBG, SPPG Kena Suspend
-
Dari Teror Rentenir, Rini Bangkit Bersama PNM dan Menata Masa Depan Keluarga
-
Heboh Penampakan Harimau di Pasir Putih Kampar, Ini Kata BBKSDA Riau