Eko Faizin
Minggu, 19 April 2026 | 14:05 WIB
Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid. [Suara.com/Lilis]
Baca 10 detik
  • Abdul Wahid membantah berbagai tuduhan dalam sidang lanjutan pada Kamis (16/4/2026).
  • Dia menyebut, fakta-fakta yang terungkap menunjukkan tidak adanya pelanggaran hukum.
  • Sedangkan, kunjungannya ke Inggris di tengah defisit anggaran atas pembiayaan UNEP.

Perjalanan ke Inggris di biayai UNEP

Selain itu, isu perjalanan Abdul Wahid ke Inggris juga dibahas dalam persidangan.

Kemal menyebut kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kondisi defisit anggaran.

"Kegiatan ke Inggris itu dalam rangka meningkatkan PAD, karena kondisi keuangan daerah sedang defisit. Bahkan dibiayai oleh UNEP, lembaga lingkungan di bawah PBB," ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut tetap berjalan meskipun Abdul Wahid sedang menghadapi proses hukum. Dalam perkara dugaan aliran dana Rp20 juta ke DPRD, Kemal menegaskan kliennya tidak terlibat.

"Pak Gubernur (Abdul Wahid) di fakta persidangan tidak pernah memerintahkan, tidak pernah mengancam, tidak pernah memaksa, tidak pernah menerima, tidak pernah mengambil apa pun dari situ," katanya.

Ia bahkan menepis isu fasilitas pribadi yang dinikmati Abdul Wahid dari dana tersebut.

"Bahkan untuk hotel pun tidak ada. Pak Gubernur tidak pernah menginap di hotel dari uang tersebut," tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Kemal mengajak publik untuk terus mengawal jalannya persidangan agar fakta semakin terbuka.

"Kita terus saksikan persidangan ini agar semakin terbuka lebar fakta persidangan dan insyaallah kami yakini Pak Abdul Wahid akan bebas," tegasnya.

Load More