- Guru SMP Islamic Center Siak jadi tersangka kasus siswa meninggal akibat ledakan.
- Tersangka disebut lalai sehingga meninggalnya korban terkena ledakan saat praktik.
- Tenaga pendidik itu diancam dengan kurungan pidana penjara maksimal lima tahun.
SuaraRiau.id - Guru SMP Islamic Center Siak berinisial IP ditetapkan sebagai tersangka kasus meninggalnya siswa MA (15) akibat ledakan senapan rakitan saat praktik sains beberapa hari lalu.
Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menyatakan, guru SMP jadi tersangka lantaran diduga lalai yang menyebabkan meninggalnya korban.
"Dari hasil gelar perkara, ditemukan adanya unsur kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain," ujarnya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Selasa (14/4/2026).
Penetapan tersangka terhadap guru IP didasarkan pada hasil penyidikan dan keterangan saksi.
Polisi menyebut, IP mengetahui bahwa alat yang dibuat korban berpotensi menimbulkan ledakan, termasuk bahan dan cara kerjanya.
Namun, tersangka tetap mengizinkan praktik dilakukan di lapangan tanpa pengamanan memadai.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa 16 saksi, melakukan olah TKP, serta mengirim barang bukti ke Laboratorium Forensik Polda Riau.
Sementara itu, pihak sekolah bersama instansi terkait juga telah memberikan pendampingan trauma healing kepada para siswa pascakejadian.
"Kasus ini menjadi perhatian serius dan memicu evaluasi terhadap standar keamanan dalam pelaksanaan kegiatan praktik di lingkungan sekolah, khususnya yang melibatkan alat berisiko tinggi," tegas Sepuh.
Selain keterangan saksi, penyidik juga mengantongi alat bukti berupa visum et repertum korban, keterangan dokter, serta sejumlah barang bukti seperti pecahan senjata rakitan, bahan peledak sederhana, hingga perangkat milik korban termasuk printer 3D.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 474 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun atau denda kategori V.
Kapolres menyatakan peristiwa tragis itu terjadi di lapangan upacara sekolah, Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Ketika itu, korban bersama kelompoknya tengah memperagakan karya sains berupa senapan rakitan berbasis printer 3D dalam kegiatan "Science Show".
"Saat praktik berlangsung, senapan tersebut meledak dan serpihannya mengenai kepala korban. MAA sempat dilarikan ke RSUD Siak, namun dinyatakan meninggal dunia," ungkap Sepuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka
-
Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare