- SMP Islamic Center Siak meninggal terkena ledakan peraga sains rakitannya saat ujian praktik.
- Kepala Disdik Siak menyampaikan duka mendalam atas wafatnya MA (15), siswa kelas IX tersebut.
- Disdik Siak membantah isu liar yang beredar jika Sekolah Islamic Center Siak belajar merakit bom.
SuaraRiau.id - Dunia pendidikan di Kabupaten Siak berduka pasca insiden yang menewaskan murid kelas IX di SMP Islamic Center Siak, MA (15) pada Rabu (8/4/2026).
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Siak, Romy Lesmana menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa nahas siswa saat alat peraga sains rakitannya meledak di lapangan sekolah.
"Kami dari Dinas Pendidikan Siak menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa tersebut," katanya melalui telpon, Kamis (9/4/2026).
Romy menuturkan, pihaknya juga menyerahkan prosesnya terhadap kepolisian yang sedang menyelidiki persoalan tersebut.
"Kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk proses yang lainnya," sebut Romy.
Dinas Pendidikan Siak akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses belajar dan mengajar di SMP Islamic Siak.
"Nanti Disdik Siak akan melakukan evaluasi terhadap proses belajar dan mengajar di SMP lslamic Center," tambahnya.
Dijelaskan Romy, pada prinsipnya, kurikulum dalam belajar yang diterapkan di Islamic Center Siak tidak berbeda dengan sekolah lain pada umumnya.
"Soal kurikulum belajar dan mengajar sama dengan sekolah lainnya, tidak ada perbedaan yang signifikan," jelasnya.
Romy membantah terkait isu yang beredar bahwa di Sekolah Islamic Center belajar merakit bom atau sebagainya yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dunia pendidikan pada umumnya.
"Tidak ada sekolah tersebut mengajarkan merakit-rakit (bom) seperti yang diisukan. Itu kan praktek sains, sebenarnya itu sama dengan sekolah lainnya. Hanya saja perlu didalami ada kelalaian apa tidak di sana hingga persitiwa tersebut terjadi," beber Romy.
Ia berharap, agar masyarakat di suasana yang masih berduka saat ini tidak menyebarkan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Suasana masih berduka sekali, kami berharap jangan ada isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan malah terlempar ditengah tengah masyarakat," pinta Romy.
Sebelumnya, Kasat Reskrim AKP Raja Kosmos Parmulais mengatakan peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
"Saat itu, korban bersama rekan sekelompoknya tengah menjalani ujian praktik mata pelajaran IPA. Kelompok korban terdiri dari 9 orang, bersiap menunjukkan hasil karya mereka berupa alat menyerupai senapan hasil rakitan menggunakan teknologi 3D Printer," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh
-
Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
Sekolah di Pelalawan Pulangkan Siswa Akibat Kabut Asap Memburuk
-
Kualitas Udara di Siak Sangat Tidak Sehat, Sekolah Masih Diliburkan
-
Kabut Asap, Citilink Berputar-putar Sebelum Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru