- SMP Islamic Center Siak menjadi sorotan pasca insiden siswanya meninggal terkena ledakan.
- SMP berakreditasi A tersebut beralamat di Jalan Kompleks Islamic Center Kampung Rempak.
- Sekolah menengah pertama ini di bawah naungan Yayasan Sentra Islami Kabupaten Siak.
SuaraRiau.id - SMP Swasta Sains Tahfizh Islamic Center atau SMP Islamic Center Siak tengah menjadi sorotan setelah tragedi siswanya meninggal terkena ledakan senapan rakitan saat ujian praktik di sekolah.
Pihak kepolisian hingga kini masih menyelidiki barang bukti perlengkapan alat peraga yang menyebabkan ledakan yang menewaskan siswa kelas IX, MA (15).
Tak hanya itu, kepala sekolah dan sejumlah tenaga pendidik terkait insiden tersebut. Pemeriksaan difokuskan pada kronologi kejadian saat ujian praktik sains yang menimbulkan korban jiwa.
Melansir data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), SMP Islamic Center Siak memiliki SK pendirian pada tahun 2012.
SMP berakreditasi A tersebut berlokasi di Jalan Kompleks Islamic Center, Kampung Rempak, Siak.
SMP Islamic Center Siak merupakan sekolah menengah pertama yang berada di bawah naungan Yayasan Sentra Islami Kabupaten Siak.
Yayasan ini diketahui mengelola lembaga pendidikan SD, SMP, dan SMA yang berfokus pada agama (tahfizh Alquran) dan sains.
Sebelumnya, siswa kelas IX SMP Islamic Center Siak berinisial MA (15) meninggal diduga akibat ledakan senapan rakitan saat mengikuti ujian praktik pendidikan IPA di halaman sekolah, Rabu (8/4/2026).
Kasatreskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, mengatakan peristiwa bermula saat korban mempraktikkan alat peraga lalu terjadi ledakan.
"Benda yang diamankan akan dikirim ke laboratorium forensik (Labfor). Kita belum bisa memastikan bahan atau penyebab pasti ledakan sebelum ada hasil pemeriksaan," katanya, Kamis (9/4/2026).
Korban mengalami luka pada bagian kepala kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.
DPR minta kasus senapan rakitan dievaluasi
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta pemerintah mengevaluasi atas terjadinya kasus senapan rakitan yang mengakibatkan seorang siswa meninggal tersebut.
Menurutnya, evaluasi menyeluruh harus dilakukan terhadap praktik-praktik pembelajaran yang berpotensi membahayakan peserta didik di seluruh sekolah.
"Jangan sampai anak-anak kita kehilangan nyawa dan masa depan akibat sistem pembelajaran yang tidak aman dan tidak terkontrol," kata Abdullah dilansir Antara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Danamon Rayakan HUT ke-70, Yuk Nikmati Promo di Berbagai Merchant Favorit di Pekanbaru
-
Pria Terlempar ke Sungai usai Standing Motor di Jembatan Rantau Kampar
-
Polisi Geledah Kantor dan Rumah Kadishub Siak Pasca OTT
-
Sawit Menguat, Perusahaan yang Permainkan Harganya Bakal Ditindak Tegas
-
Dokter PPDS Meninggal di Dekat RSUD Siak, HP hingga Suntikan Masih Ada