- Polres Siak terus menyelidiki kasus meninggalnya siswa SMP di Siak saat ujian praktik.
- Polisi memeriksa kepala sekolah dan sejumlah guru dipanggil usai insiden ledakan alat peraga.
- Petugas menyelidiki bagian senapan rakitan seperti plastik, potongan besi dan bubuk hitam.
SuaraRiau.id - Polres Siak terus menyelidiki insiden seorang siswa kelas IX SMP Islamic Center Siak berinisial MA (15) meninggal dunia diduga akibat ledakan senapan rakitan saat ujian praktik.
Terbaru, kepolisian dikabarkan memeriksa kepala sekolah (kepsek) dan sejumlah guru terkait tewasnya korban. Pemeriksaan difokuskan pada kronologi kejadian saat ujian praktik sains yang menimbulkan korban jiwa.
Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais menjelaskan peristiwa meninggalnya MA saat mempraktikkan alat berupa senapan yang tiba-tiba meledak dan menyebabkan korban terluka di kepala.
"Benda yang diamankan akan dikirim ke laboratorium forensik (Labfor). Kita belum bisa memastikan bahan atau penyebab pasti ledakan sebelum ada hasil pemeriksaan,” katanya melansir Antara, Kamis (9/4/2026).
Ketika itu, korban bersama teman-temannya mengikuti kegiatan ujian praktik sains pelajaran IPA dengan memperagakan hasil karya sains yang telah mereka kerjakan.
Korban MA lalu memperagakan ujian praktiknya yang berupa senapan 3D rakitan yang dibuatnya. Akan tetapi pada saat tembakan dilakukan terjadi ledakan di senapan rakitan tersebut yang mengakibatkan keluar asap dan suara ledakan disusul berhamburannya sejumlah material.
"Pecahan senapan rakitan berhamburan mengenai aula sekolah, dinding kelas dan juga kepala korban sehingga korban mengalami luka di bagian wajah akibat terkena pecahan senapan tersebut," ungkap Kosmos.
Korban selanjutnya sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Kosmos menyampaikan, penyebab ledakan itu diduga adalah hasil karya sains korban berbentuk bagian-bagian plastik, potongan besi dan bubuk hitam.
Meski demikian, pihak kepolisian belum bisa memastikan jenis bubuk hitam itu karena harus dilakukan uji laboratorium.
Penyembuhan Trauma Terhadap Siswa
Polres Siak memberikan penyembuhan trauma kepada siswa SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak usai insiden ledakan senapan rakitan saat praktik sains yang menyebabkan satu siswa meninggal dunia.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai perhatian khusus terhadap psikologi para siswa.
Sepuh menegaskan pentingnya penanganan aspek psikologis korban dan lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pemulihan.
"Polres Siak berkomitmen tidak hanya mengungkap fakta hukum dari kejadian ini, tetapi juga hadir memberikan dukungan moral dan psikologis kepada para siswa. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tetap merasa aman dan terlindungi," sebutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Kepsek-Guru SMP Islamic Center Siak Diperiksa Imbas Siswa Meninggal Kena Ledakan
-
Viral Ratusan Warga Panipahan Rohil Geruduk Rumah Diduga Bandar Narkoba
-
Pemkab Siak WFH Setiap Rabu, Beda dengan 'Perintah' Mendagri dan Pemprov Riau
-
Terungkap Penyebab Kasus HIV/AIDS di Pekanbaru Tertinggi se-Riau
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar