Eko Faizin
Jum'at, 10 April 2026 | 22:13 WIB
SMP Islamic Center Siak merupakan tempat kegiatan pendidikan siswa berinisial MA (15) yang meninggal dunia akibat ledakan senapan rakitan. [ANTARA/Bayu Agustari Adha]
Baca 10 detik
  • Polres Siak menyelidiki siswa meninggal akibat ledakan senapan rakitan saat praktik sains.
  • Ledakan senapan rakitan tersebut menyebabkan korban MA mengalami luka di bagian kepala.
  • Penyebab ledakan diduga dari hasil karya sains berbentuk bagian plastik, hingga bubuk hitam.

SuaraRiau.id - Kepolisian menyelidiki kasus siswa kelas IX SMP Islamic Center Siak berinisial MA (15) yang meninggal dunia akibat ledakan senapan rakitan saat mengikuti ujian praktik sains di sekolah.

Kasatreskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, mengatakan peristiwa terjadi saat korban mempraktikkan senapan hasil teknologi 3D tiba-tiba terjadi ledakan pada Rabu (8/4/2026).

"Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan benda yang diamankan akan dikirim ke laboratorium forensik (Labfor). Kita belum bisa memastikan bahan atau penyebab pasti ledakan sebelum ada hasil pemeriksaan," jelas Kasatreskrim dikutip dari Antara, Kamis (9/4/2026).

Ledakan senapan rakitan tersebut menyebabkan MA mengalami luka di bagian kepala. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Kosmos menuturkan, penyebab ledakan diduga merupakan hasil karya sains korban berbentuk bagian-bagian plastik, potongan besi dan bubuk hitam.

"Sejumlah barang bukti terkait proyek sains tersebut turut diamankan untuk keperluan penyelidikan," kata Kosmos.

Meski demikian, kepolisian belum bisa memastikan jenis bubuk hitam itu karena harus dilakukan uji laboratorium.

"Kita kirim ke Labfor Polda Riau untuk memastikannya. Kita minta tidak ada spekulasi informasi yang tidak benar atas kejadian ini," ujar AKP Kosmos.

Kronologi kejadian

Saat itu adalah jam kegiatan ujian praktek sains pelajaran IPA dengan lima kelompok siswa yang masing-masing beranggotakan sembilan orang.

Masing-masing kelompok akan memperagakan hasil karya sains yang telah mereka kerjakan.

Ketika giliran kelompoknya, MA menyuruh teman kelompoknya untuk menjauh dari titik TKP. Pasalnya korban akan memperagakan ujian prakteknya yang berupa senapan 3D rakitan yang dibuatnya.

MA mengambil posisi sebagai peraga dan melakukan tembakan senapan yang dibuatnya. Akan tetapi pada saat tembakan dilakukan terjadi ledakan di senapan rakitan tersebut yang mengakibatkan keluar asap dan suara ledakan disusul berhamburannya sejumlah material.

"Pecahan senapan rakitan berhamburan mengenai aula sekolah, dinding kelas dan juga kepala korban sehingga korban mengalami luka di bagian wajah akibat terkena pecahan senapan tersebut," ungkap Kosmos. (Antara)

Load More