- Abdul Wahid menjawab sejumlah tuduhan yang KPK tuduhkan kepadanya.
- Dia menyinggung soal narasi menerima Rp800 juta hingga sebutan jatah preman.
- Wahid menilai tuduhan yang dilayangkan hanya penafsiran atau cocoklogi.
SuaraRiau.id - Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid telah menjalani sidang perdana dugaan kasus korupsi yang menjeratnya di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (26/3/2026).
Wahid menjawab segala tuduhan yang selama ini ditujukan kepadanya sejak ditahan dalam kasus dugaan korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut dia, ada sejumlah kejanggalan pada dakwaan yang ditujukan kepadanya.
"Dalam konferensi pers saya dikatakan terima uang secara langsung Rp800 juta ternyata dalam dakwaan KPK tak ada uang saya terima secara langsung Rp800 juta," ujar Abdul Wahid.
Kemudian dalam konferensi pers KPK November lalu disebutkan juga ada uang untuk ke Inggris ternyata juga tidak ada dalam dakwaan.
"Uang untuk ke Inggris saya sudah dibilang saya dibiayai oleh unit Perserikatan Bangsa-Bangsa," terang Wahid.
Selanjutnya soal jatah preman, kata dia, juga tak disebutkan dalam dakwaan siapa yang preman.
Oleh karena itu, Wahid menganggap perkara ini adalah pembunuhan karakter dengan narasi yang dibangun sehingga orang tidak bersalah dianggap bersalah.
"Saya minta hakim dan hakim telah menyatakan ini tak ada intervensi dan mengadili seadil-adilnya. Makanya saya jawab pada eksepsi nanti," katanya.
Dia juga menyoroti tentang alat bukti yang ditafsirkan seperti tak matahari 2 seperti bentuknya mengancam dan komando seperti mengancam.
Wahid mengungkapkan, tidak ada alat bukti di dunia ini berbentuk penafsiran sehingga dirinya melihat ini hanya cocoklogi.
"Dalam prinsip asas hukum bukti harus lebih terang dari cahaya oleh karena itu saya melakukan perlawanan," tegas dia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Danantara Housing Expo 2026: BRI Tawarkan KPR Dengan Bunga Mulai 2,75%
-
Anggaran Riau Terbatas, SF Hariyanto Ogah Bebani Rakyat dengan Pajak Baru
-
Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera
-
AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship
-
Menko Muhaimin Iskandar Apresiasi Efektivitas Pemberdayaan PNM di Gresik