- Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.
- Abdul Wahid dipindah ke Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Rabu (11/3/2026).
- Kedatangan Wahid disambut iringan musik kompang dan teriakan para pendukung.
SuaraRiau.id - Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid dipindah ke Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Rabu (11/3/2026) setelah sebelumnya menjalani penahanan KPK di Jakarta.
Abdul Wahid tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru bersama dua tersangka lain dalam perkara yang sama, yakni Kepala Dinas PUPR Riau, M Arief Setiawan, serta tenaga ahli, Dani M Nursalam.
Ketiganya mengenakan rompi khas KPK tiba disertai pengawalan ketat aparat gabungan. Pantauan di lokasi, Wahid turun dari pesawat dengan tangan terborgol dan mengenakan masker hitam serta topi hitam.
Sekelompok ibu-ibu terlihat memainkan alat musik rebana dengan irama kompang sebagai bentuk penyambutan. Selain itu, beberapa pendukung juga meneriakkan dukungan kepada Abdul Wahid.
"Pak Gub benar, Pak Gub tidak bersalah," teriak sejumlah pendukung yang berada di sekitar lokasi saat rombongan tiba.
Wahid dikawal ketat oleh aparat gabungan dari unsur TNI, Polri, serta petugas Kejaksaan sebelum kemudian dibawa menuju kendaraan yang telah disiapkan untuk dibawa ke Rutan Sialang Bungkuk.
Melansir Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, setibanya di rumah tahanan, suasana sempat diwarnai aksi dukungan dari sejumlah masyarakat.
Juru Bicara Gerakan Keadilan untuk Wahid, Rinaldi mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah hukum untuk menghadapi proses persidangan yang akan datang.
Rinaldi menyatakan, tim pendukung telah menyiapkan bantuan hukum serta pengacara yang akan membela Abdul Wahid di pengadilan.
"Kami nyatakan sangat siap untuk menghadapi sidang," ujarnya.
Ronaldi juga mengklaim pihaknya telah menemukan sejumlah fakta baru yang dinilai dapat menjadi bukti penting dalam persidangan nanti.
Bukti tersebut, menurutnya, berpotensi memperkuat posisi Abdul Wahid dan menunjukkan bahwa klien mereka tidak terlibat dalam perkara yang dituduhkan.
"Kami telah menemukan hal-hal baru yang nantinya dapat dijadikan senjata pamungkas di persidangan untuk menunjukkan bahwa Abdul Wahid tidak bersalah dan tidak terlibat dalam dugaan korupsi yang disebut sebagai ‘jatah preman’ di lingkungan PUPR Riau," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare
-
Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP
-
Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW