Eko Faizin
Kamis, 05 Februari 2026 | 21:38 WIB
Gajah sumatera ditemukan mati dengan kepala terpenggal di kawasan konsesi. [ANTARA/dok]
Baca 10 detik
  • Seekor gajah sumatera ditemukan mati di areal PT RAPP.
  • Gajah mati dalam kondisi kepala terpotong dan posisi duduk.
  • Polda Riau mengambil sampel tanah di sekitar lokasi untuk diuji.

SuaraRiau.id - Seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) ditemukan mati mengenaskan di areal hutan sekitar konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Pelalawan.

Kasatreskrim Polres Pelalawan AKP I Gede Yoga Eka Pranata menyampaikan pihaknya tengah menyelidiki insiden konservasi yang terjadi Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian gajah ini melalui olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi-saksi," katanya dikutip dari Antara, Kamis (5/2/2026).

Gajah nahas itu ditemukan dalam kondisi kepala terpotong dan posisi duduk.

AKP Gede memaparkan, awalnya saksi bernama Winarno menemukan bangkai gajah pada 2 Februari 2026 usai mencium bau busuk dari dalam hutan.

Tak disangka, aroma tak sedap ternyata dari satwa jumbo tersebut. Dia pun langsung melaporkannya kepada pihak keamanan.

"Keesokan harinya kami dan tim gabungan turun ke lokasi serta melakukan nekropsi," ujarnya.

Tim gabungan Polres Pelalawan, Ditreskrimsus Polda Riau, Bidlabfor Polda Riau, Polisi Kehutanan, BBKSDA serta pihak perusahaan melakukan pengecekan lokasi dan pengumpulan barang bukti.

"Tim Bidlabfor Polda Riau juga mengambil sampel tanah di sekitar lokasi untuk diuji di laboratorium guna mendukung proses penyelidikan," lanjutnya.

Selain itu, pihak PT RAPP menyatakan siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengungkap penyebab kematian satwa dilindungi tersebut.

Gede menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas kematian gajah tersebut.

Polisi mengimbau masyarakat melaporkan informasi terkait tindak pidana satwa liar melalui kepolisian atau layanan darurat 110. (Antara)

Load More